‪3,004 views‬

Selam dan Lestarikan Raja Ampat

Photo by Andreas MuljadiRaja Ampat dikenal masyarakat dunia akan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Usaha pelestarian alam pun telah dilakukan banyak pihak, baik lembaga konservasi seperti The Nature Conservancy (TNC) dan Conservation International (CI), maupun masyarakat Raja Ampat. Pada tanggal 18-24 Februari 2010 yang lalu TNC dan CI mengadakan pelatihan selam dengan mengambil lokasi di Loka Penelitian Laut Waiwo di pulau Waigeo, kabupaten Raja Ampat. Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Raja Ampat yang terlibat dalam kegiatan monitoring sumber daya laut di 6 Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Raja Ampat, yaitu Ayau, Kawe, Selat Dampier, Teluk Mayalibit, Kofiau dan Misool Timur Selatan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal pemantauan sumberdaya alam lautnya, memperkenalkan ketrampilan dan olahraga selam maupun memberi pemahaman kepada masyarakat melalui anggota masyarakat yang dilatih mengenai apa yang dilakukan para peneliti di bawah laut maupun wisatawan selam pada umumnya. Setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat selam sebagai penyelam scuba bintang satu, peserta akan diberikan pelatihan mengenai monitoring kesehatan karang maupun monitoring ikan sehingga mampu melakukan monitoring di masing-masing lokasi KKLD nya.

26 peserta dari berbagai lokasi di Raja Ampat dan 2 anggota Satpolair Polres Raja Ampat ini diberikan pengenalan tentang bagaimanaPhoto by Rachmat Saleh menyelam menggunakan peralatan SCUBA dengan aman dan nyaman, pengetahuan mengenai adaptasi dan penyesuaian terhadap pengaruh dunia bawah air, fisiologi dan aspek medis penyelaman, pengetahuan tentang lingkungan dan kehidupan bawah air serta prosedur dalam keadaan darurat. Selanjutnya peserta belajar mengenal dan menggunakan peralatan SCUBA serta berbagai ketrampilan dasar menyelam, seperti ekualisasi, membersihkan masker selam, patungan udara, sampai dengan menggunakan bahasa isyarat dengan tangan saat menyelam.

Baca juga : Pelatihan SCUBA

Peserta yang mengikuti dan berhasil menjadi CMAS One Star Scuba Diver adalah :

1 Rizky  Gurabesi Arfan Salawati
2 Markus Ayelo Selpele
3 Maurits Daat Selpele
4 Aser Burdam Boyseran – Ayau
5 Elvis Mambraku Kapisawar
6 Alfaris Lekipiow Ayau
7 Roberto Ambumi Kampung Baru
8 Kristian Thebu Kalitoko – Telma
9 Abraham Goram Gaman Warsanbin – Telma
10 Muhammad Yusuf Bahalle Yellu – Misool Selatan
11 Balif Wainsaf Fafanlap – Misool Selatan
12 Obet Trison Hay Kapatcol – Misool Selatan
13 Bis Ginyom Lilinta – Misool Selatan
14 Zifyon A. Paa Sorong
15 Andrias Logof Biga – Misool Selatan
16 Naftali Manggara Deer – Kofiau
17 Y. Moiraket Umpain Mikiran – Kofiau
18 Nikodemus Mambraku Dibalal – Kofiau
19 Oliver Wawiyai Tolobi – Kofiau
20 Abdul Wahab Umbalak Usaha Jaya – Misool Selatan
21 Abdul Saman Loji Fafanlap – Misool Selatan
22 Elisa Mambrisauw Dorehkar – Ayau
23 Usiel Watem Deer – Kofiau
24 Darius Aronggear Sorong
25 I Kadek Budi Arnawa Waisai
26 Arfembi Tri Prakoso Waisai
27 Yotam Daam Warsanbin – Telma
28 Dortheus Ansan Warsanbin – Telma

Photo by Andreas Muljadi

Selama mengikuti pelatihan ini masyarakat sangat bersemangat, apalagi setelah menyelam mereka dapat menyaksikan secara langsung kehidupan di dalam laut. Pada saat menyelam di perairan terbuka di pulau Saonek Monde, peserta belajar mengenal kehidupan laut secara langsung. Ikan Oci, udang lobster, teripang maupun hewan unik penuh warna-warni telah menguatkan tekad mereka dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam mereka dengan mengambil bagian sebagai tim monitoring.

Baca juga :
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Duni Bawah Laut
Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam
Urutan Alat Selam Yang Dibeli Seorang Penyelam
Tentang Divelog

Mug Marine Animals

Komentar Facebook :

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

*