1,861 total views,  2 views today

Penulis : Andreas Muljadi
Foto : Andreas Muljadi, Rachmat Saleh & Meity Mongdong


Raja Ampat dikenal masyarakat dunia akan keindahan alam dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Usaha pelestarian alam pun telah dilakukan banyak pihak, baik lembaga konservasi seperti The Nature Conservancy (TNC) dan Conservation International (CI), maupun masyarakat Raja Ampat. Pada tanggal 18-24 Februari 2010 yang lalu TNC dan CI mengadakan pelatihan selam dengan mengambil lokasi di Loka Penelitian Laut Waiwo di pulau Waigeo, kabupaten Raja Ampat. Pelatihan ini diikuti oleh masyarakat Raja Ampat yang terlibat dalam kegiatan monitoring sumber daya laut di 6 Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Raja Ampat, yaitu Ayau, Kawe, Selat Dampier, Teluk Mayalibit, Kofiau dan Misool Timur Selatan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam hal pemantauan sumberdaya alam lautnya, memperkenalkan ketrampilan dan olahraga selam maupun memberi pemahaman kepada masyarakat melalui anggota masyarakat yang dilatih mengenai apa yang dilakukan para peneliti di bawah laut maupun wisatawan selam pada umumnya.

Setelah mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat selam sebagai penyelam scuba bintang satu, peserta akan diberikan pelatihan mengenai monitoring kesehatan karang maupun monitoring ikan sehingga mampu melakukan monitoring di masing-masing lokasi KKLD nya.


26 peserta dari berbagai lokasi di Raja Ampat dan 2 anggota Satpolair Polres Raja Ampat ini diberikan pengenalan tentang bagaimana menyelam menggunakan peralatan SCUBA dengan aman dan nyaman, pengetahuan mengenai adaptasi dan penyesuaian terhadap pengaruh dunia bawah air, fisiologi dan aspek medis penyelaman, pengetahuan tentang lingkungan dan kehidupan bawah air serta prosedur dalam keadaan darurat. Selanjutnya peserta belajar mengenal dan menggunakan peralatan SCUBA serta berbagai ketrampilan dasar menyelam, seperti ekualisasi, membersihkan masker selam, patungan udara, sampai dengan menggunakan bahasa isyarat dengan tangan saat menyelam.

Baca juga : Pelatihan SCUBA

Peserta yang mengikuti dan berhasil menjadi CMAS One Star Scuba Diver adalah :

1Rizky  Gurabesi ArfanSalawati
2Markus AyeloSelpele
3Maurits DaatSelpele
4Aser BurdamBoyseran – Ayau
5Elvis MambrakuKapisawar
6Alfaris LekipiowAyau
7Roberto AmbumiKampung Baru
8Kristian ThebuKalitoko – Telma
9Abraham Goram GamanWarsanbin – Telma
10Muhammad Yusuf BahalleYellu – Misool Selatan
11Balif WainsafFafanlap – Misool Selatan
12Obet Trison HayKapatcol – Misool Selatan
13Bis GinyomLilinta – Misool Selatan
14Zifyon A. PaaSorong
15Andrias LogofBiga – Misool Selatan
16Naftali ManggaraDeer – Kofiau
17Y. Moiraket UmpainMikiran – Kofiau
18Nikodemus MambrakuDibalal – Kofiau
19Oliver WawiyaiTolobi – Kofiau
20Abdul Wahab UmbalakUsaha Jaya – Misool Selatan
21Abdul Saman LojiFafanlap – Misool Selatan
22Elisa MambrisauwDorehkar – Ayau
23Usiel WatemDeer – Kofiau
24Darius AronggearSorong
25I Kadek Budi ArnawaWaisai
26Arfembi Tri PrakosoWaisai
27Yotam DaamWarsanbin – Telma
28Dortheus AnsanWarsanbin – Telma

Underwater Examination

Image 1 of 15


Selama mengikuti pelatihan ini masyarakat sangat bersemangat, apalagi setelah menyelam mereka dapat menyaksikan secara langsung kehidupan di dalam laut. Pada saat menyelam di perairan terbuka di pulau Saonek Monde, peserta belajar mengenal kehidupan laut secara langsung. Ikan Oci, udang lobster, teripang maupun hewan unik penuh warna-warni telah menguatkan tekad mereka dalam menjaga dan melestarikan sumber daya alam mereka dengan mengambil bagian sebagai tim monitoring.

Baca juga :
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Duni Bawah Laut
Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam
Urutan Alat Selam Yang Dibeli Seorang Penyelam
Tentang Divelog

Pengalaman Menyelam Mahasiswa Unipa
One Star Scuba Diver

Categories: Training

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.