338 total views,  12 views today

 

Jensy, Arief, Muhajir dan Derta

Keinginan menjelajahi sudut pulau Bali yang kaya akan lokasi kuliner dan penyelaman ini timbul saat berkumpul dan ngobrol di markas Penyelaman. Aku, Muhajir, Arief, Jensy dan Derta sepakat mengisi akhir minggu awal Juli ini ke Tejakula di pantai utara pulau Bali. Sabtu, 3 Juli 2010 kami berempat menyewa kendaraan dan sopir berangkat dari markas Penyelaman menuju Bali Utara jam 6 pagi. Kendaraan meluncur melewati jalan berliku melewati Kintamani yang berkabut hingga akhirnya tiba di Bondalem untuk mengambil perlengkapan selam dan tabung yang telah disediakan oleh Derta.

Terumbu karang di Taman SegaraLokasi pertama yang kami tuju adalah pantai Taman Segara. Kami menjemput seorang teman dari kelompok nelayan yang akan menemani kami menyelam. Penyelaman di Taman Segara dilakukan melalui pinggir pantai yang berpasir hitam. Saat itu gelombang cukup besar, sehingga menyebabkan kami harus perlahan dan berhati-hati. Setelah sampai di air, kami berenang ke arah tubir untuk kemudian masuk ke dalam air. Terumbu karang di perairan ini cukup sehat dan bervariasi, bentuk pertumbuhan bercabang, masif, mendaun maupun seperti kerak dapat dijumpai selain karang lunak dan biota lainnya. Ikan karang beraneka ragam seperti ikan kelelawar, kakap, ikan kakatua, dan ikan kupu-kupu berenang di atas terumbu. Beberapa karang keras terlihat pucat seperti terkena dampak naiknya suhu air laut. Seperti dilaporkan bahwa beberapa lokasi di Indonesia mengalami pemutihan karang akibat suhu air yang meningkat. Berharap apa yang dialami terumbu di Taman Segara belum menun jukkan pemutihan secara masal. Kami terus berenang mengikuti pemandu selam kami sambil mengambil gambar biota laut yang unik seperti nudibranch, udang maupun anemone laut. Kami menyelesaikan penyelaman pertama ini kurang lebih selama 45 menit dan kembali ke pantai.

Setelah mengemasi peralatan ke dalam mobil kami bergegas untuk menuju lokasi berikutnya yaitu pantai Bondalem. Dalam perjalanan ini kami singgah di RM Sukerti di jalan raya Tejakula. Rumah makan ini menyediakan sate dan guke kambing sebagai hidangan utama. Kami berempat memesan masing-masing sate dan gule. Irisan daging sate nya cukup besar namun empuk. Bumbu kecap dan irisan bawang merah sangat enak rasanya. Gule kambingnya juga sangat enak membuat kami menambah nasinya. Tidak berapa lama Derta datang bergabung.
Setelah mengganti tabung selam, kami menuju lokasi penyelaman kedua terletak di sebuah pantai di dekat Pura Bingin di desa Bondalem.

Penyelaman disini pun dimulai dari pantai. Kecerahan cukup baik sekitar 12 meter. Ikan-ikan kakap kuning berenang bergerombol menyambut kami saat turun ke kedalaman hingga 25meter. Sepanjang kaki mengayuh kami menjumpai banyak ikan terutama ikan cardinal, kakatua dan ikan kepe-kepe atau Damself fish. Beberapa ikan yang menyamar kami jumpai di atas karang sehingga hamper terpegang. Lokasi ini menyimpan potensi bermacam jenis ikan dan tutupan dasar. Ikan karang dan biota laut lainnya menemani kami sepanjang penyelaman, beberapa diantaranya berhasil kami abadikan.

Reef Check Center

Selesai menyelam kami singgah ke kantor lapangan Reefcheck dan mendapat suguhan teh manis dari tuan rumah. Disini kami disambut oleh tiga ekor anjing yang telah membuat Muhajir ketakutan dan bersembunyi di dalam mobil.

Kami akhirnya harus kembali ke rumah, melewati jalan yang sama. Saat melintasi Kintamani, kabut sudah mulai hilang. Kami mencoba mengambil gambar gunung Batur dan danau Kintamani sebagai kenangan kami. Perjalanan ini sungguh berkesan karena ini kami pertama menyelam di daerah Tejakula. Kami berharap kejadian pemutihan karang tidak berlanjut dan menjadi lebih buruk, sehingga keindahan alam bawah air di Bali dapat mendatangkan wisatawan untuk menikmati keindahannya.

Lokasi penyelaman Tejakula, Bali :


Categories: Perjalanan

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*