Fish Quote Today

Tahukan kamu ikan badut (Anemonefish) tidak hidup di perairan Karibia (Caribbean)
‪2,104 views‬

Petualangan Bawah Air Pulau Putri

Prepare for a nightdiveHari-hari di awal bulan Juli 2016 merupakan saat yang mendebarkan karena tidak sabar menunggu datangnya petualangan bawah air di Pulau Putri, Kepulauan Seribu Jakarta. Saya mencoba menelusuri halaman google mencari tahu keberadaan pulau di utara kota Jakarta ini, namun tidak banyak informasi yang bisa saya dapatkan. Hal ini menambah penasaran saya untuk segera menguak misteri bawah air di sana.

Waktu yang ditunggu akhirnya tiba, bersama keluarga Ari dan Herlang saya tiba di pulau Putri hanya memakan waktu kurang dari satu setengah jam dari Marina Ancol Jakarta. Setelah mendarat di dermaga dengan iringan lagu cantik dari grup musi, kami segera menjumpai pemandu selam di Resort tersebut untuk melakukan persiapan peralatan.

Penyelaman pertama kami lakukan sebagai penyegaran dengan masuk ke air melalui pantai dan menyelam di dasar berpasir. Setelah membagi mitra dan melakukan briefing satu persatu kami memasuki air yang ternyata cukup hangat. Penyalaman pertama ini peserta tidak ada yang mengalami hambatan berarti malah kami menikmati suasana bawah air yang keren dan disambut oleh ikan karang berwarna warni seperti ikan kupu-kupu dan sepasang ikan badut di rumahnya yang unik yaitu anemon laut, serta seekor buntal raksasa yang tengah beristirahat. Segerombolan ikan Selar menyambut kami saat berenang di bawah dermaga. Kami pun mencoba melatih bahasa isyarat antara sesama penyelam. Kami mengakhiri penyelaman setelah melakukan safety stop dan keluar melalui tangga yangtelah tersedia di dermaga.

Surface Interval kami lakukan sambil menyantap hidangan makan siang yang istimewa dan tidak terlupakan yaitu nasi dengan daging kambing guling yang super lezat. Masing-masing kami tidak lupa menambah ekstra daging dengan saos jamurnya. Selesai bersantap siang kami berdiskusi dan bertukar cerita tentang pengalaman penyelaman pertama kami.

Green Turtle & RemoraPenyelaman kedua siang ini kami lakukan di depan dermaga pulau Putri. Kami berenang menyusuri terumbu karang hingga kedalaman 14 meter hingga menjumpai sebuah batu jangkar, kami berbelok 75 derajat dimana terdapat sebuah gunung laut kecil dan diatas nya terdapat kerangka besi sepanjang 10 meter. Pemandu kami memberikan isyarat adanya seekor penyu dan para penyelam segera berkumpul untuk memastikan lokasi dimana penyu tersebut berada. Tampak di ujung kerangka besi sebuah bayangan yang makin lama makin jelas menunjukkan seekor penyu hijau dengan beberapa ikan remora diatas karapasnya, dan kami berusaha berenang mendekati perlahan hingga jarak yang cukup dekat. Setelah puas menyusuri kerangka-kerangka besi bekas bangunan keramba, kami pun melanjutkan menyusuri terumbu karang kembali ke arah dermaga. Sesaat sebelum berenang ke permukaan kami bertemu dengan rombongan ikan beronang berjumlah lebih seratus ekor sedang membersihkan alga yang tumbuh menempel di batu dan karang yang telah mati. Ikan beronang merupakan jenis ikan pemakan alga atau herbivora yang mempunyai peran penting dalam ekosistem terumbu karang. Dengan membersihkan batu dan karang mati dari tumbuhan alga yang menempel, menjadikan planula atau anakan karang dapat menempel di dasar yg kuat dan tumbuh menjadi koloni karang baru. Menyelesaikan penyelaman kedua kami naik ke permukaan dan berkemas untuk istirahat dan mempersiapkan penyelaman ketiga yang merupakan petualangan bawah air yang akan dilakukan pada malam hari.

Sambil berjalan menuju ke kamar, kami menyaksikan beberapa ekor biawak berukuran hingga 2 meter sedang aktif mencari makan di pantai dan berenang di perairan pulau Putri.

The Sea Horse on Branching CoralPenyelaman ketiga. Setelah cukup tertidur kami bersiap melakukan night diving atau penyelaman malam dan menyiapkan peralatan scuba dan senter selam. Setelah melakukan pengecekan akhir penyelaman dimulai dari dermaga menuju ke arah selatan pada kedalaman 9 meter. Kesunyian begitu terasa dan hanya cahaya senter kami serta suara gelembung yang terdengar. Kami berenang perlahan dan berhati-hati saat mendekati koloni karang bercabang, sesaat senter pemandu kami menyorot menunjukkan sesuatu di antara rimbunnya karang Acropora tersebut. Saya mendekat perlaha dan menangkap gerakan seekor ikan yang melilitkan tubuh nya pada karang. Semakin mendekati baru kusadari bahwa ternyata seekor kuda laut yang sedang mencari makan. Setelah melakukan dua kali jepretan kami melanjutkan petualangan malam hari dengan mengamati satu per satu lobang di sekitar terumbu karang. Kami berjumpa beberapa ikan, udang dan kepiting dan juga ikan malam. Penyelaman malam ini merupakan penyelaman malam pertama bagi peserta trip kali ini. Buat saya penyelaman kali ini sangat mengesankan. Setelah melakukan prosedur Safety Stop kami mengakhir penyelaman dan kembali ke penginapan. Malam ini kami tertidur cukup lelap dan terbangun di pagi yang sejuk.

Healthy ReefPenyelaman keempat. Segera setelah selesai sarapan kami mempersiapkan peralatan dan mengecek tabung dan speedboat yang akan kami gunakan untuk menyelam hari ini. Tujuan kami adalah pulau Tongkeng dan Matahari, dua pulau yang tidak jauh dari pulau Putri. Pulau Tongkeng memiliki kemiringan lereng terumbu sekitar 45o dengan dasar yang tidak terjal. Terunbu karang disini lebih bertahan dari pemutihan dibandingkan pulau lain, kami pun mencatat ikan eksotis seperti ikan terumpet, ikan kelelawar (batfish) muda dan ada juga ikan lepu ayam (lion fish) yang cantik namun duri-durinya beracun sekali. Situasi air yang tenang membuat kami bagaikan terbang di kolong air pulau ini.

Triton TrumpetPenyelaman kelima kami pilih di sekitar pulau Matahari, pulau yang berjarak tidak jauh dari pulau Tongkeng. Gugusan terumbu karang di bagian utara pulau Matahari ini terlihat baru saja mengalami fenomena pemutihan karang, beberapa koloni karang baik yang berbentuk daun maupun bercabang bahkan karang batu pun mengalami warna pucat atau putih yang menandakan bahwa banyaknya alga zooxanthella yang terlepas dari karang tersebut. Kami berharap dalam beberapa bulan ke depan terumbu karang disini akan kembali pulih seperti sediakala. Keindahan terumbu karang di pulau Matahari bagian utara ini tidak hanya karena tutupan karang keras saja namun juga masih banyaknya karang lunak dan gorgonian yang menghiasi dasar lautnya. Biota laut nya pun beraneka warna termasuk kelinci laut berwarna warni. Kami pun berjumpa dengan satu jenis hewan yang sudah langka dan saat ini sudah dilindungi oleh peraturan pemerintah yaitu kerang trumpet triton  atau dalam bahasa ilmiah dikenal dengan nama Charonia tritonis. Hewan ini di terumbu karang merupakan hewan pemakan bintang laut berduri (Crown of thorn starfish) yaitu hewan pemakan polyp karang dimana apabila populasinya mengalami ledakan dapat menjadi hama bagi terumbu karang di suatu perairan. Keberadaan kerang ini sudah sangat jarang dijumpai dikarenakan keindahan cangkang kerangnya digunakan sebagai hiasan rumah dan banyak dicari sebagai benda koleksi oleh para pengumpul kerang, Dengan adanya kerang trumpet ini saya menjadi yakin bahwa kepulauan Seribu masih mempunyai kondisi ekosistem perairan yang sehat. Semoga para pengunjung yang melihat kerang ini tetap membiarkannya hidup secara alami di dasar lautan.

Baca juga : Pelatihan SCUBA

Info Trip Pulau Putri : 

SMS atau Whatsapp : +6281248542704

Email: info@penyelaman.com

Video :

Dive Spot Map :

Foto Trip :

Komentar Facebook :

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

*