‪443 views‬

Trip to The Neighbor World

            You Know, We’re all be a neighbors with anything living creatures in our life. Yeah, i mean we’re all live together even if with the fish and another orgaism in the world. Saya seorang mahasiswa berumur 22 tahuun yang menjalani kehidupan dikelilingi oleh orang-orang yang bisa saya bilang “penikmat laut” and this one of my single stories to be a “sea swain”.

            Saya pergi ke Jakarta untuk mendapatkan reward setelah menjadi pemenang dalam sebuah quiz identifikasi ikan di sebuah grup sosial media Whatsapp. Berhubung saya baru pertama kali ke Jakarta saya membutuhkan pemandu. Berbekal handphone, saya menyusuri jalan menuju pertigaan depan stasiun Jatinegara tempat dimana saya dan teman saya akan bertemu. Selang beberapa menit dari jauh ada tangan yang melambai-lambai di dalam mobil “ini dia pemandu saya” gumam dalam hati saya. Dinda, begitu orang-orang dan saya memanggil teman saya ini. Dia datang bersama ayah dan neneknya yang langsung mengajak makan di warung sate sekitaran Jatinegara. Sekitar satu jam kami habiskan untuk menyantap sate dan ngobrol. Ayah Dinda kemudian meninggalkan saya dan Dinda karena ada urusan lain dengan neneknya. Tak terasa sore menjelang petang saya dan Dinda memutuskan untuk pergi ke mas Andreas Muljadi, orang yang akan memberikan reward kepada saya sebagai pemenang quiz identifikasi ikan kakap melalui grup Pecinta Ikan. Badan tinggi besarnya menyambut hangat kedatangan kami ditengah dinginnya suhu Cibubur petang itu. Setelah ngobrol banyak hal sekitar pukul 9 malam Dinda berpamitan untuk mengejar kereta yang berangkat dari stasiun pasar Senen pukul sebelas malam menuju Semarang.

            Pagi itu saya masih teringat jelas “ikan apa aja ya yang ada di sea world?” kata-kata yang lewat di pikiran saya sewaktu membuka mata menahan kantuk pagi hari, “today is the day” gumam saya sebelum menuju kamar mandi dan menyiapkan apa saja yang akan saya bawa ke tempat itu. Pukul tujuh pagi saya dan mas Andreas mengantar putra-putra nya ke sekolah sebelum kami menuju Sea World Ancol. Sembari ngobrol ngalor ngidul kami pun tancap gas menuju ke lokasi ditemani macetnya kota Jakarta pagi itu. Kami sampai di Ancol dan langsung menuju Sea World. Tempat wisata buatan yang sangat luas karena memang saya belum pernah kesini sebelumnya, tanpa basa-basi kami langsung mencari tempat pembayaran tiket. Setelah selesai mengurus tiket dan persyaratan kami dibawa ke ruangan atas Sea World untuk mempersiapkan dive gear kami, di bantu oleh bapak Raska dive guide kami di Sea World. Semuanya sudah siap, aman, dan terkendali tak lupa sebelum kami turun kami berfoto bersama, saya rasa foto bersama ini buat laporan ke teman-teman group bahwasanya saya dan mas Andreas siap menyelami salah satu terbesar di Asia bahkan di dunia. Sensasi menyelam di Sea World Ancol adalah dapat bertemu banyak ikan dalam satu tempat dan ikannya besar-besar. Saya merekam semua momen tersebut dan memasukkan ke dalam memori otak saya karena saya tidak bawa kamera. Banyak spesies yang saya jumpai di dalam aquarium besar ini, antara lain pertama kalinya saya melihat ikan bobara atau trevally, pari dan kerapu besar sekali secara live! Beberapa menit kami habiskan untuk mengunjungi dunia tetangga. Kami begitu asik melihat dengan jelas dan dekat ikan-ikan populer yang sering dijumpai para penyelam jika menyelam di laut. Satu hal penting, yang saya pada saat itu adalah banyak pengunjung yang sedang menyodorkan handphone mereka ke arah kami entah untuk mendokumentasikan atau hanya mengambil gambar mereka sendiri. Jika mereka mendokumntasikan kami beruntunglah saya “tidak masalah saya tidak membawa kamera yang penting gambar saya ada di handphone mereka” gumam saya dalam hati sembari menghembuskan nafas lewat mouth piece yang menimbulkan gelembung di tengah ramainya pengungjung kala itu. Dinginya air membuat saya memutuskan untuk menyudahi penyelaman tersebut, kebetulan mas Andreas juga sudah selesai mendokumentasikan ikan-ikannya, padahal sisa udara di tabung masih banyak. Setelah dilanda kedinginan, rasa lapar melanda perut kami tapi sebelum kami mencari makan kami mengunjungi beberapa aquarium yang ada disana pertama kalinya saya juga melihat Paracanthurus hepatus dan American pompano secara live berenang kesana kemari keren sekali apalagi American pompano dengan keanggunannya.

Kami sudahi trip ke dunia tetangga kali ini dengan perasaan puas dan sangat berkesan. Semoga kesempatan semacam ini bisa terus berlanjut karena memberikan manfaat bagi para penyelam tidak hanya menikmati keindahan bawah air, namun penyelam juga belajar mengenali kehidupan bawah air dengan fun. Kami menancap gas untuk kembali ke Cibubur. Petang itu guide lokal saya lainnya datang menjemput saya. Malam itu juga saya berpamitan kepada keluarga mas Andreas untuk meninggalkan rumah yang telah saya singgahi selama dua malam satu hari itu karena kesokan harinya saya akan sedikit menjelajah kota metropolitan bersama tiga kawan saya sewaktu SMA tersebut.

Bagi penyelam yang ingin berpetualang sambil belajar mengenal jenis ikan secara mudah dan asik, silahkan menghubungi whatsapp Kafe Penyelaman di 08124836411 atau email info@penyelaman.com.

Komentar Facebook :

Leave a Reply