‪417 views‬

Pulau Sepa Si Cantik di Teluk Jakarta

Peta pulau Sepa

Pulau Sepa memiliki pantai dengan pasir putih. Lokasinya yang tak jauh dari Jakarta, bisa jadi rekomendasi untuk liburan akhir pekan. Bawah lautnya juga indah.

Melepaskan kepenatan setelah kesibukan yang melelahkan di Jakarta telah lama ingin kulakukan dengan mengunjungi Pulau Sepa, salah satu pulau berpasir putih terindah di teluk Jakarta. Pulau ini termasuk dalam zona pemanfaatan wisata Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, Jakarta. Pulau yang terletak sekitar 65 km arah barat laut dari Marina Ancol ini ditempuh dengan menggunakan speedboat selama 2 jam.

Pada bulan Desember laut Jakarta cukup bersahabat dimana pengunjung dapat menikmati pemandangan laut dan pulau-pulau yang menakjubkan di sepanjang perjalanan. Tiba di dermaga pulau Sepa pada pukul 10:00 pagi pengunjung disambut oleh para penjaga pulau dengan minuman dingin yang melegakan tenggorokan. Pasir putih dan rimbun pohon cemara memberikan kesejukan saat melangkahkan kaki di pulau ini. Segera setelah mendaftarkan diri ke kantor resort, pengunjung diantar ke bungalow untuk berganti pakaian.

Pulau Sepa dengan pasir putih

Bagi para penyelam yang ingin menikmati kecantikan dunia bawah air di pulau Sepa, penyelaman pagi hari dilakukan di bawah dermaga. Setelah saling berkenalan dan membagi mitra selam, para penyelam mulai mempersiapkan perlengkapan scuba. Terumbu karang di sekitar dermaga ini umumnya dalam kondisi yang sehat, walaupun jarak pandang yang terbatas penyelam dapat menikmati warna warni karang keras dengan aneka bentuk pertumbuhan, seperti bercabang, lembaran daun juga berbentuk otak.

Keindahan terumub karang pulau Sepa

Aneka ikan terumbu karang berwarna warni menari-nari diatas karang-karang tersebut. Ikan sersan mayor, ikan badut, kakap dan ikan kuwe berenang mengelilingi dan mengikuti para penyelam. Sungguh suasana yang membuat kepenatan di tubuh menjadi ringan. Air di sekitar Kepulauan Seribu yang hangat membuat penyelam tidak perlu bersusah mengenakan baju selam yang tebal, cukup baju dan celana pendek tidak kuatir tubuh menjadi kedinginan.

Ikan badut menari diantara anemon laut

Setelah penyelaman pertama selesai perut terasa lapar, penyelam pun segera menuju ruang makan yang cukup luas. Makan siang sudah tersaji dengan makanan khas kepulauan yaitu ikan segar yang dimasak langsung setelah dipancing. Kami menikmati hidangan makan siang ini di tepi pantai sambil menikmati iringan regae dari kelompok musik yang datang khusus menghibur pengunjung Pulau Sepa.

Penyelaman kedua dilakukan di terumbu karang 20 menit menggunakan speedboat dari pulau Sepa. Dengan teknik terjun backroll satu per satu penyelam turun dari speedboat,  petualangan dilanjutkan dengan menjelajah terumbu karang yang masih alami di kepulauan yang terletak di barat laut kota Jakarta. Penyelam dapat menyaksikan lebih banyak kehidupan laut di lokasi ini karena lebih terlindung. Beberapa ikan besar berenang melintas di depan kami, hingga pada kedalaman 15 meter terlihat seekor penyu tengah istirahat di atas sebuah karang.

Sayang sekali karena jarak pandang yang terbatas sehingga tidak berhasil mengambil gambar penyu tersebut. Beberapa kali pemandu selam memberi tanda dengan membunyikan suara saat dia melihat fauna yang unik. Para penyelam menjumpai beberapa jenis kelinci laut atau nudibranch berwarna-warni di lokasi ini, juga timun laut putih dengan tentakel yang berfungsi sebagai tangan mengumpulkan makanan dari perairan sekitar dia menempel.

Saat salah satu penyelam tekanan udara dalam tabung selamnya sudah mendekati 50 bar, pemandu meminta para penyelam berenang ke 5 meter untuk melakukan safety stop selama 3 menit – yang bertujuan untuk mengurangi gas nitrogen yang masih terdapat dalam tubuh seorang  penyelam.

Setelah kembali ke pulau Sepa dan membersihkan peralatan scuba, pemandu selam menawarkan untuk melakukan penyelaman malam. Penyelaman malam membutuhkan keahlian khusus dan menawarkan suasana kehidupan bawah laut yang berbeda dengan kehidupan saat menyelam pada siang hari. Setelah mempersiapkan peralatan penyelaman malam, malam harinya  penyelaman malam dilakukan dengan melalui tangga di dermaga Pulau Sepa.

Sungguh penyelaman ini cukup mendebarkan karena jarak pandang yang sangat terbatas. Dengan bekal senter selam saya berenang berhati-hati di dalam laut yang sunyi. Samar terlihat sesuatu yang merayap di dasar pasir bercampur serpihan karang, setelah cukup dekat ternyata seekor belut laut yang lucu sedang mencari makan. Beberapa ikan kakatua terlihat tidur di lobang sedangkan bintang laut keranjang terlihat aktif menangkap partikel yang melayang di kolom air.

Beberapa udang karang yang tertangkap cahaya senter memantulkan cahaya dari sepasang matanya. Penyelaman malam ini dilakukan dengan hati-hati untuk menghindarkan tertusuk bulu babi dengan menjaga daya apung dan kita tetap melayang di kolom air. Penyelaman malam ini sangat menarik dan berkesan hingga terbawa dalam tidur.

Keesokan harinya saat terbangun terdengar teriakan adanya kelompok lumba-lumba dari arah pantai. Dengan membawa kamera saya bergegas keluar pondok menuju ke pantai sambil berharap dapat mengabadikan mamalia laut yang datang menjenguk para pengunjung.

Benar juga sekelompok lumba-lumba hidung botol atau dikenal dengan nama ilmiah nya Tursiops truncatus tengah bermain di permukaan air hingga ke tepi terumbu karang. Mereka berenang berlomba mencapai pinggir karang kemudian berbalik arah dan saling melompati satu sama lain. Terlihat ada seekor lumba-lumba yang masih kecil menandakan adanya bayi dalam keluarga lumba-lumba tersebut.

Sebelum sarapan para penyelam melakukan penyelaman di pulau Papa Teo yang ditempuh sekitar 15 menit menggunakan speedboat. Terumbu karang disini didominasi oleh bongkahan karang batu yang berukuran besar dan karang meja serta karang bercabang. Ikan kakap, bibir tebal dan kuwe berlalu lalang saat kami menjelajah dinding karang. Seiring bertambahnya kekuatan arus pemandu selam menginstruksikan untuk mengakhiri penyelaman hari ini. Para penyelam kembali ke pulau Sepa dengan hati senang.

Setelah membilas seluruh peralatan dan mengemas ke dalam tas peralatan, penyelam menuju ke ruang makan untuk memenuhi panggilan biologis. Enaknya nasi goreng seafood yang disajikan membuat perut kembali terisi penuh setelah kegiatan penyelaman di pagi hari.

Setelah membersihkan diri pengunjung mempunyai kesempatan untuk berjalan kaki mengeliling pulau Sepa. Rindangnya pepohonan di pulau membuat waktu berjalan begitu cepat. Saat beristirahat di depan pondok seseorang datang menawarkan kelapa muda.  Siang ini pengunjung pulang kembali ke Jakarta menggunakan speedboat yang sama namun dengan pengalaman yang tidak akan terlupakan.

Diceritakan kembali dari Detik Travel.

Komentar Facebook :

Leave a Reply