1,759 total views,  20 views today

Komunikasi dalam dunia penyelaman merupakan salah satu kompetensi yang wajib diketahui dan dapat dilakukan oleh setiap orang yang akan menjadi penyelam. Bahasa isyarat menggunakan tangan merupakan komunikasi yang efisien dan telah dikembangkan manusia agar dapat dipahami antara penyelam satu dengan lainnya atau penyelam dengan instruktur selam atau pemandu selam dengan penyelam dan sebaliknya. Bahasa isyarat tangan berikut ini merupakan isyarat tangan yang umum digunakan dalam dunia penyelaman dan wajib dikuasai oleh setiap penyelam atau calon penyelam.

Pelajari juga : Isyarat Tangan Fauna Laut

Baca juga : Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam

  1. OKE
    Membentuk lingkaran dengan menyatukan ujung ibu jari dan jari telunjuk, jari-jari lainnya ke arah atas. Isyarat tangan ini dapat dapat digunakan untuk menanyakan apakah dalam keadaan baik, maupun menjawab pertanyaan tersebut bahwa kita dalam keadaan baik/ OKE. Biasanya isyarat tangan ini dilakukan apabila jarak antara penyelam yang berkomunikasi berdekatan.
  2. Ada Masalah
    Telapak tangan menghadap ke bawah dan digerakkan secara diagonal berulang kali. Isyarat tangan ini untuk memberitahukan bahwa kita mengalami suatu masalah. Setelah melakukan isyarat tangan ini, harus diperjelas apa yang menjadi masalah.
  3. Turun ke Bawah
    Tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke arah bawah. Isyarat tangan ini untuk mengajak turun ke perairan yang lebih dalam.
  4. Naik ke atas
    Tangan mengepal dan ibu jari menunjuk ke atas. isyarat tangan ini untuk mengajak penyelam lain naik ke atas/ permukaan. Isyarat tangan ini seringkali salah diartikan kalau dalam keadaan baik/ OKE, terutama oleh para penyelam pemula.
  5. Berhenti
    Telapak tangan menghadap ke depan. Isyarat tangan ini untuk mengajak berhenti.

Baca juga : Isyarat Tangan Bagi Penyelam Dari Penjuru Dunia

Demikian 5 isyarat tangan dasar yang wajib dikuasai oleh setiap penyelam. Selamat berlatih!

Baca juga : Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam


Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*