Fish Quote Today

Tahukan kamu ikan badut (Anemonefish) tidak hidup di perairan Karibia (Caribbean)
‪178 views‬

Perjalanan Gilang ke Osaka, Gifu dan Tokyo

Oleh : Raja Gemilang Muljadi

Pada pertengahan Oktober 2018 saya bersama siswa-siswi dan bapak ibu guru SMP Sekolah Alam Cikeas melakukan perjalanan ke Jepang dalam rangka melakukan Project Base Learning. Perjalanan ini bertujuan agar kami dapat belajar mengenai pengelolaan sampah dan penanganan bencana alam serta kegiatan konservasi di Jepang. Saya berkumpul di sekolah diantar oleh ayahku untuk acara pelepasan. Kami berangkat ke bandara Soekarno Hatta menggunakan bis.

Kami check-in dan loading barang di bandara. Setelah pemeriksaan imigrasi kami menunggu di bandara cukup lama. Kami akhirnya masuk ke pesawat sekitar jam 10 malam. Di dalam pesawat saya tidur.

Tiba di Jepang pagi-pagi, kami berkumpul di bandara Kansai. Setelah bertemu dengan Bu Nalti – tour guide kami, kemudian kami naik bis menuju Konsulat Jenderal RI di Osaka. Disana kami diterima Konsultan Jenderal Indonesia di Jepang.

Setelah itu kami pergi ke Osaka Castle. Disana kita melihat Istana Jepang. Dan taman yang indah dan bersih. Sorenya saya melihat ada pertunjukan akrobat yang lucu disana. Pemain akrobatnya cuman ada 2, mereka suami istri. Selesai itu kami menuju bis untuk pergi ke apartemen baru kami di Osaka.

Teman sekamar apartemenku adalah Rafa, Fino, Ghaisan, dan pak Fadil. Sore hari kami mandi bergiliran dan makan sore. Setelah itu kami semua berkumpul untuk briefing kegiatan keesokan harinya.

Pada keesokan harinya, kami pergi ke Mori No Kosakukan yaitu suatu tempat konservasi hutan. Disana kami belajar tentang penghijauan. Setelah itu kami pergi ke maishima inceneration plant dimana kami belajar tentang pengolahan limbah. Disana limah diolah dengan dibakar dan gas hasil bakaran akan di gunakan untuk membangkit listrik. Terus gasnya di filter agar bersih dari racun. Ketika udah bersih, baru bisa dilepas ke atmosphere.

Tujuan hari berikutnya adalah ke sekolah SMP Saga. Kami melakukan kegiatan tukar budaya. Sekolahku melakukan tari bali, silat, angklung, dan paduan suara, sedangkan sekolah Saga melakukan drum Jepang dan paduan suara. Setelah itu kami juga melakukan kegiatan belajar bersama. Dikelas yang saya ikuti ada pelajaran sastra Jepang dan biologi.

Kami pindah ke prefuktur Gifu pada keesokan hari dengan berhenti di district Gion yaitu tempat Viara. Dan terus ke Fushimi Inari yaitu tempat Viara yang menyembah rubah. Setelah itu kami mengikuti perjalanan panjang dari Osaka ke Gifu. Kami tiba di tempat penginapan malam hari. Kami mendapat kamar satu orang satu kamar.

Perjalanan pada hari berikutnya kami menuju ke Shirakawago yaitu sebuah Desa Tradisional Jepang. Disana saya melihat-lihat ke toko toko dan saya membeli boneka Tanuki. Kami kesana selama jam 2. Selesai itu kami mengarah ke tempat penginapan.

Saat di Gifu keesokan harinya kami bertemu dengan Gubernur Gifu. Orang-orang disini sangat baik dan Gubernur Gifu menyambut gembira atas kedatangan kami. Setelah itu kami ke sains fair dan belajar tentang pengolahan sampah dan kembali ke tempat penginapan pada sore harinya.

Paginya kami berangkat ke sebuah perusahaan yang mendaur ulang sampah plastik. Pertama sampah dipilah terus dihancurin dan debersihin dan menjadi biji plastik yang bisa didaur ulang. Setelah itu kami ke SMP Nagamori untuk melakukan kegiatan tukar budaya. Kami melakukan hal sama saat di SMP Saga dan mereka melakukan paduan suara.

Malam hari kami berkunjung untuk bertemu dengan Hippo family club yaitu komunitas untuk belajar bahasa asing dan melakukan kegiatan tukar budaya. Kali ini sekolahku hanya melakukan tari Bali dan silat. Kami juga melakukan permainan bersama, dan belajar tari Indonesia dan Jepang. Malamnya seru.

Baca juga petualangan seru lainnya: Perjalananku ke Tanjung Puting

Kami pindah ke Tokyo pada hari selanjutnya. Dalam perjalanan ini kami mengunjungi tempat wisata Desa Samurai. Disana saya mencoba untuk memakai Yukata dan celana Hakama. Setelah itu kami ke gunung Fuji. Diatas gunung Fuji ada banyak pohon merah dan salju.


Sorenya kami pergi ke penginapan di Tokyo. Kami tiba di tempat apartemen di tokyo malam-malam. Di apartemen baruku, teman sekamarku adalah Zhillan dn Rafa.

Hari berikutnya kami pergi mengunjungi Edo Museum. Disana kami belajar tentang Jepang pada masa Edo (1603-1868). Kami belajar tentang hidup pada masa tersebut. Setelah itu kami pergi ke Tokyo disaster museum. Disana kami belajar cara Jepang menghadapi bencana. Sorenya kami pergi ke pasar tradisional, dan saya beli boneka Hakata.

Kami belanja ke Harajuku pada hari berikutnya, disini teman-teman banyak yang membeli sepatu. Kami juga pergi ke Pasar Ikan Tsukiji. Dan sorenya ke Akihabara, saya mencoba untuk tidak menghabiskan terlalu banyak uang. Malamnya saya sendirian di apartemen karena beberapa temanku pergi ke Shinjuku.

Pada hari terakhir, kami siap-siap barang untuk terbang kembali ke Indonesia. Tiba di bandara kami check in. Kami berangkat sekitar jam 10. Kami tiba di Indonesia sekitar jam 6 sore, saya senang karena bisa pulang tapi juga akan merindukan Jepang. Kami dijemput bis dan diantar ke tempat dimana kami akan berpisah dan bertemu dengan keluarga kami. Saya senang dapat bertemu dengan keluarga. Malamnya saya tidur di rumahku di Indonesia.

 

Komentar Facebook :

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

*