Fish Quote Today

Tahukan kamu ikan badut (Anemonefish) tidak hidup di perairan Karibia (Caribbean)
‪165 views‬

Ikan Matahari dari Nusa Penida


Berenang menggunakan peralatan SCUBA menembus perairan laut berwarna biru di bulan Agustus merupakan impianku saat pertama kali mendengar Nusa Penida. Benar, Nusa Penida merupakan sebuah rangkaian 3 pulau yaitu Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan yang terletak di selat Lombok, tepatnya 10 km tenggara pulau Bali. Perairan di Nusa Penida dikenal dengan arus yang kuat dan suhu air yang dingin saat memasuki musim selatan antara bulan Juni sampai Agustus. Pada saat tersebut suhu air laut dapat mencapai 20oC bahkan pernah tercatat hingga 14oC. Kondisi arus dan suhu air yang ekstrem tersebut masih ditambah dengan tingginya gelombang laut yang dapat mencapai 3 hingga 5 meter. Alih-alih menghindari datang saat musim tersebut, para penyelam manca negara dari seluruh dunia justru banyak berdatangan mengunjungi Nusa Penida.

Sudah tidak asing bagi para penyelam datang ke Nusa Penida dengan tujuan melihat ikan bertulang sejati (Bony fish) terberat dunia yaitu ikan Mola mola, atau Ocean Sunfish. Ikan dengan bentuk morfologi yang sangat unik ini dapat memiliki panjang tubuh hingga 3.3 meter dan berat 2,300kg. Saat ini ikan Ocean Sunfish dari Genus Mola ini memiliki 3 jenis berbeda, yaitu Mola mola, Mola alexandrini dan Mola tecta. Salah satu jenis ikan Ocean sunfish tersebut dapat dijumpai di perairan Nusa Penida, yaitu Mola alexandrini atau mempunyai julukan Bump-head Ocean Sunfish karena memiliki benjolan kepala pada pipinya.

Baca juga : Menjadi Penyelam dan Menjelajah Dunia Bawah Air

Ikan Ocean Sunfish atau dikenal oleh penyelam dari Indonesia sebagai “Mola-mola” memiliki sirip punggung dan perut yang berbentuk dayung, digunakan sebagai alat untuk berenang. Tanpa sirip ekor ikan ini mampu berenang cepat pada saat tertentu. Ikan “Mola mola” tersebar di  perairan dari Oman di laut Merah, perairan Indonesia, Australia hingga Chili. Ikan “Mola mola” memiliki kebiasaan memakan ubur-ubur namun ditemukan juga plankton, ikan kecil, dan hewan moluska.

Pada bulan Juli hingga September setiap tahun perairan Nusa Penida dikunjungi  ratusan hingga ribuan penyelam baik dari penjuru tanah air, juga para penyelam dari seluruh dunia. Para penyelam tersebut ingin melihat dan mendapatkan pengalaman seru dapat berjumpa dengan ikan penghuni lautan dalam. Ikan “Mola mola yang dijumpai di perairan Nusa Penida umumnya sedang melakukan “cleaning” atau membersihkan diri dari parasit-parasit di tubuh nya dengan cara berjemur dipermukaan air, melompat ke udara dan menjatuhkan dirinya ke permukaan air, atau berenang ke terumbu karang yang dangkal dan membiarkan ikan-ikan lain memakan parasit yang menmpel di permukaan tubuh mereka.

Peristiwa unik dan langka tersebut menjadi berkah bagi masyarakat Nusa Penida dan sekitarnya karena usaha pariwisata berkembang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Para penyelam yang datang ke Nusa Penida dan Bali membutuhkan jasa pemandu selam, persewaan alat selam dan perahu selam, dan mereka perlu beristirahat dan mencari makanan khas Bali serta pulang ke negara atau daerah asalnya dengan membawa oleh-oleh. Tentu kondisi ini dapat berlangsung terus bila ikan “Mola mola” dan kondisi terumbu karang di perairan Nusa Penida dan sekitarnya terjaga. Ancaman sampah di lautan merupakan isu global yang dapat mempengaruhi masa depan ekosistem perairan dan biota laut di dalamnya , termasuk ikan Mola mola.

Baca juga : Mug Marine Animals

Mari menikmati keindahan laut dan kehidupan di dalamnya serta ikut menjaga kelestariannya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

 

Komentar Facebook :

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

*