‪349 views‬

Exploring Shinwa Maru Wreck


Manokwari banyak dikenal sebagai salah satu kota di bumi cenderawasih, Papua. Hutannya lebat, pantainya indah dan lautnya dalam membiru menjadikannya ssbagai salah satu tempat wisata dunia. Pengunjung dari manca negara pun datang untuk menikmati alam dan budaya masyarakat Papua yang tinggi. Dibalik keindahan alam tersebut, Manokwari tidak dapat dilepaskan dari sejarahnya sebagai bagian dari peristiwa pertempuran antara pasukan Sekutu dan armada perang negara Matahari Terbit.

Dasyatnya pertempuran tersebut menyisakan berbagai alat tempur yang kini menjadi rongsokan perang baik berupa kapal maupun pesawat terbang, tersebar di berbagai tempat di perairan Manokwari. Salah satu rongsokan perang peninggalan perang pasifik tersebut dapat dijumpai di teluk Manokwari, yaitu sebuah rongsokan kapal kargo milik pasukan Matahari Terbit yang dulu bernama kapal Shinwa Maru.

Bangkai kapal sepanjang 120 meter ini terbaring di dasar laut yang tenang pada kedalaman 16 meter hingga 35 meter. Pantai Yen Karwar di teluk Manokwari, terlihat beberapa orang sedang mengangkat beberapa tabung almunium dengan jaket dan alat pernafasan ke sebuah perahu kantamaran, mereka adalah sekelompok penyelam yamg hendak melakukan penyelaman di bangkai kapal atau lazim dikenal dengan istilah “ship wreck” milik pasukan Jepang Shinwa Maru.


Penyelaman di wreck membutuhkan alat-alat khusus, seperti masker selam, fin atau kaki renang, tabung scuba (self contained underwater breathing apparatus) yang berisi udara dengan tekanan tinggi – hingga 3000 psi, bcd (buoyancy compesator devise) – alat untuk mengatur daya apung, regulator selam yang berfungsi untuk menurunkan tekanan udara dari tekanan tabung menjadi tekanan udara biasa yang dapat digunakan untuk bernafas manusia, sabuk pemberat, senter selam yang memiliki cahaya kuat serta komputer khusus bagi penyelam yang dapat memberikan informasi mengenai kedalaman, waktu penyelaman serta sisa udara dalam tabung scuba. Setelah peralatan diletakkan dengan rapi, kantamaran mulai bergerak menuju lokasi penyelaman Wreck Shinwa Maru.

Cuaca Manokwari tenang dan sangat cerah sehingga jarak pandang di dalam air diharapkan mendukung kegiatan penyelamannya hari ini. Setelah mendapatkan lokasi sesuai koordinat, perahu kantamaran buang jangkar untuk dapat menurunkan para penyelam. Silwanus dari Komunitas Anak Air Manokwari – pemimpin penyelaman, memberikan arahan mengenai kondisi lokasi penyelaman dan kode komunikasi di bawah air. Enam orang penyelam terjun ke air dengan gaya Giant stride dan mulai menuju ke dasar perairan dengan menggunakan tali sebagai panduan bagi para penyelam. Saat mencapai kedalaman 15 meter, lamat-lamat sebuah bayangan terlihat disebelah kiri, ternyata badan kapal Shinwa Maru bagian tengah. Para penyelam menelusuri sisa peninggalan perang pasifik ini dengan hati berdebar karena terbayang suatu peristiwa pertempuran dasyat di perairan Manokwari yang melibatkan ratusan alat perang dan ribuan pasukan yang sebagian menjadi tumbal dan tenggelam bersama kapal ini. Bagi yang memiliki mata batin yang peka, mereka dapat merasakan derita pasukan yang meregang nyawa saat kapal ini perlahan tenggelam ke dasar lautan. Penelusuran bangkai kapal ini berlanjut ke haluan kapal dan memutar kembali ke sisi bagian dalam kemudian ke arah buritan. Sesaat terdengar seorang memberi kode karena melihat sebuah penampakan cukup besar bergerak ke arah bawah bangkai kapal, penampakan tersebut sempat tertangkap oleh kamera salah satu kamera.

Kejadian tersebut menjadikan penyelaman ini sangat mendebarkan dan bangkai kapal Shinwa Maru sebagai saksi bisu apa yang terjadi di bawah laut yang sunyi tersebut. Penyelam mulai naik ke perairan yang lebih dangkal saat tekanan udara tabung telah mencapai 500 psi, untuk mencegah penyelam kehabisan udara. Prosedur safety stop dilakukan pada kedalaman 5 meter untuk menghindari resiko terkena penyakit bends yaitu penyakit diakibatkan terjadinya pembentukan gelembung udara di dalam pembuluh darah saat atau setelah seorang penyelam melakukan penyelaman. Nama Shinwa Maru Wreck saat ini menjadi salah satu destinasi penyelaman bagi para penyelam dunia baik karena memiliki nilai historis yang tidak terlupakan namun juga banyaknya peninggalan benda sejarah di dalamnya, serta kehidupan misterius yang ada bersama wreck tersebut.

 

Komentar Facebook :

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

*