723 total views,  2 views today

Whalesharks of Gladden Spit, Belize were in the water for feeding every year. They swim in the current elbow of Caribbean sea to feed the eggs of Cubera snappers.

Belize atau yang dahulu dikenal sebagai British Honduras, adalah negara berkembang yang relatif masih muda. Negara ini bekas jajahan Inggris yang kemudian mendpatkan kemerdekaannya pada tahun 1981 serta merupakan salah satu negara anggota British Commonwealth. Belize adalah negara kecil dengan wilayah 8.866 mil persegi (22.696,96 km2) serta berpenduduk kurang lebih 250.000 jiwa yang terdiri dari masyarakat Creole (keturunan Afrika-Eropa), Garifuna (keturunan Afrika-Indian), Mestizo (keturunan Spanyol-Indian), Maya dan Eropa. Negara ini terletak di pantai timur Amerika Tengah pada pantai Laut Karibia, serta berbatasan dengan Meksiko di sebelah utara serta dengan Guatemala di sebelah barat dan selatan.

Belize  memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Jenis fauna yang menjadi identitas nasional Belize adalah burung toucan sedangkan jenis floranya adalah pohon mahoni. Jenis-jenis fauna lain yang menjadi daya tarik pariwisata alam antara lain yaitu jaguar, tapir, monyet howler, monyet spider serta berbagai jenis burung. Disamping itu, Belize merupakan negara yang memiliki barrier reef terbesar kedua di dunia. Barrier reef ini juga merupakan tempat hidup berbagai jenis ikan, termasuk berbagai jenis kakap (snapper), kerapu (grouper), ikan hiu (nurse shark dan whale shark), lobster, conch serta jenis mamalia yaitu dolphin. Di padang lamun banyak dijumpai duyung (manatee). Kesemuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.
Tahun 2001 penulis bersama pak Saleh dari Taman Nasional Komodo, pak Djoko dari Departemen Kehutanan dan pak Subijanto dari The Nature Conservancy  berkesempatan belajar tentang usaha konservasi laut dan pengelolaan lokasi pemijahan ikan di Belize. Kesempatan belajar dilakukan dengan mengunjungi lembaga-lembaga konservasi di Belize, seperti Belize Country Program of The Nature Conservancy, Toledo Institute for Development and Environment (TIDE), Belize Audubon Society, Green Reef, Wildlife Conservation Society, Coastal Zone Management Authority and Institute, Department of Fishery, Ministry Agriculture and Fisheries, serta Forestry Department, Ministry of Natural Resources, Environment and Industry. Selain mengunjungi lembaga-lembaga tersebut, kami juga mengunjungi lokasi konservasi yang juga merupakan tempat tujuan wisata bahari di Belize, seperti Half Moon Caye, Blue Hole Reef yang merupakan salah tempat yang ditetapkan sebagai World Heritage Site, San Pedro di Ambergris Caye dimana terdapat Hol Chan Marine Marine Reserve, Placencia, Silk Caye, Turneffe Atoll, Glover Reef Marine Reserve, Punta Gorda, serta mengunjungi lokasi menarik di daratan seperti Rio Blanco National Park dan tempat bersejarah suku Maya yaitu Lubaantun Maya Ruin.


Industri pariwisata bahari dan konservasi laut di Belize berjalan beriringan dan saling mendukung. Masyarakat Belize yang tadinya banyak memanfaatkan hasil laut dengan mengambil, kini berubah dengan pemanfaatan tanpa mengambil yaitu dengan mengembangkan pariwisata, baik wisata selam, snorkeling, mangrove tour, maupun memancing dengan melepas kembali tangkapannya. Dengan pariwisata bahari para nelayan berubah menjadi pemandu wisata atau menjadi pengusaha penginapan, rumah makan maupun menyewakan alat selam atau speedboat.
Lokasi penyelaman yang dikunjungi antara lain Interpretive Marine Trail di Half Moon Caye, Blue Hole Reef, The Wreck di Hole Chan Marine Reserve, Turneffe Atoll serta Gladden Spit. Penyelaman di Half Moon Caye  merupakan kali pertama mengenal dunia bawah air laut Karibia. Biota yang dijumpai umumnya berbeda dengan biota di perairan Indonesia namun menunjukkan adanya pengelolaan yang baik. Kami dipandu oleh seorang divemaster menyusuri terumbu karang dengan kelompok ikan jacks, ikan bidadari serta barakuda.
The Wreck adalah sebuah tempat penyelaman di dalam Hol Chan Marine Reserve. Kami menyelam bersama tamu penyelam lainnya. Saat turun dari boat kami langsung disambut oleh puluhan ikan pari, kerapu dan ikan karang lainnya. Kami berenang terumbu karang di kedalaman 3 meter dan menjumpai berbagai biota laut seperti kerapu, hiu, kakap dan banyak ikan laut Karibia lainnya, sampai tiba di sebuah bangkai kapal yang tidak begitu besar namun masih utuh. Bangkai kapal ini ternyata merupakan tempat berkumpulnya biota-biota, tidak hanya kerapu dan hiu, tetapi kami juga menjumpai belut dan bahkan penyu karet yang jarang dijumpai di perairan kita.


Blue Hole Reef merupakan sebuah fenomena alam yang terjadi ratusan tahun yang lalu. Perairan ini sangat unik dengan stalactite yang bisa dijumpai pada kedalaman 30 meter menyerupai gua di darat. Suhu air disini bisa berubah sangat ektrem dan sering terjadi termonklin. Keunikan lainnya di perairan Karibia adalah bentuk karang bercabang yang menyerupai tanduk rusa “Elkhorn”.
Lokasi penyelaman yang paling menarik dalam perjalanan ini adalah Gladden Spit – yang berarti pertemuan arus karena terletak di sebuah siku atau “Elbow”.  Lokasi ini merupakan salah satu tempat pemijahan ikan kakap yang penting di Belize. Saat musim memijah beberapa jenis kakap yang berjumlah ribuan mendatangi lokasi ini untuk memijah secara bersamaan. Keunikan alami lainnya adalah datangnya puluhan hiu bodo (whaleshark) untuk menikmati telu-telur ikan kakap. Tentunya fenomena ini menjadi atraksi spektakuler bagi para penyelam. Pada saat musim memijah, para peneliti maupun wisatawan dari penjuru dunia datang untuk menyaksikan serta meneliti apa yang terjadi di Gladden Spit.
Keindahan alam yang terjaga dengan baik memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Belize. Hal ini menjadi pelajaran berharga yang kami dapatkan dan ingin kami bagikan kepada masyarakat pesisir kita. Semoga kita belum terlambat untuk melindungi terumbu karang kita bagi kesejahteraan anak cucu di masa depan.

Baca juga : 
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Duni Bawah Laut
Jurnal Perjalananku ke Taman Nasional Tanjung Puting
Untaian Cincin Api Flores Timur
Tentang Divelog
Selam dan Lestarikan Raja Ampat
9 Ikan Eksotis Paling Dicari Penyelam


Peta perairan Belize :

  • Galeri Foto Laut Karibia



Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Weh island- Aceh, Mandeh waters - Padang, Riau islands and Belitung waters, in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, and Tanah Bumbu Regency in Kalimantan region, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.