Profil Pekerjaan

Published by Kafe Penyelaman on

 300 total views,  4 views today

Andreas telah bekerja di program pengelolaan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil selama sekitar 20 tahun, khususnya dalam pengumpulan dan analisis data biofisik, seperti survei dan pemantauan kesehatan terumbu karang dan ikan, identifikasi lokasi pemijahan ikan karang (SPAGs), migrasi mega fauna laut, pemantauan pemanfaatan sumberdaya laut, serta pengolahan data spasial menggunakan aplikasi sistem informasi geografis (GIS). Andreas memulai karir di bidang kelautan di Kepulauan Karimunjawa sebagai koordinator pariwisata bahari pada PT. Nusa Karimun pada tahun 1996, mengawali bidang konservasi kelautan pada tahun 1998 bersama The Nature Conservancy (TNC) sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) konservasi internasional pada Kantor Lapangan Komodo, Nusa Tenggara Timur di bidang pemantauan biologi kelautan. Pada tahun 2003 ia mengawali program konservasi kelautan TNC di kepulauan Raja Ampat, Papua Barat sebagai Koordinator Pemantauan dan Pengawasan Sumberdaya Laut sampai tahun 2010. Kemudian ia bertugas menjadi Koordinator Konservasi pada program Nusa Penida, Bali untuk melakukan pengumpulan data biofisik dan sosioekonomi serta merancang sistem zonasi Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida dari tahun 2010 hingga 2014. Selama karirnya di bidang konservasi kelautan, Andreas telah melakukan survei kelautan maupun pelatihan-pelatihan di bidang biologi dan konservasi kelautan baik di tingkat nasional maupun internasional, antara lain di kepulauan Riau, perairan Belitung, Taman Nasional (TN) Kepulauan Seribu, TN Karimunjawa, TN Alas Purwo, perairan Bali, perairan Derawan, TN Wakatobi, perairan Lombok, TN Komodo dan perairan Flores, TN Laut Sawu, TN Bunaken, perairan Halmahera, kepulauan Banda Naira, kepulauan Raja Ampat, perairan Kaimana, TN Laut Teluk Cenderawasih, Taman Laut Tioman dan Taman Laut Tun Sakaran – Malaysia, perairan Atauro dan Liquiça – Timor Leste, Suaka Laut Kehpara, Pohnpei – Mikronesia, perairan Phuket – Thailand, serta Suaka Laut Gladden Spit – Belize. Andreas adalah seorang Instruktur selam POSSI – CMAS dengan pengalaman mengajar lebih dari 100 orang penyelam dengan pengalaman menyelam lebih dari 5000 penyelaman.

Andreas memperoleh gelar Sarjana Teknik dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang.

 


Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*