1,809 total views,  5 views today

Gladden bersama ayah dan pemandu selam menyelam di laut

Gladden panggilan seorang remaja berkebutuhan khusus berusia 18 tahun. Gladden tidak dapat berbicara dan diagnosa dokter memiliki spektrum autis sejak berusia 2 tahun. Pada suatu saat orang tua Gladden menyadari bahwa anak “special needs” ini memiliki ketertarikan bermain di air yang sangat besar.

Keterbatasan tidak dapat berbicara membuat proses belajar berenang berjalan menurut naluri Gladden. Pada umur 10 tahun Gladden sudah mampu mengapung di permukaan air. Kemampuan ini Gladden dapatkan melalui proses belajar secara mandiri ketika diajak ke kolam renang. Gladden si bocah autis ini bisa berada di air selama 2 jam dan naik ketika dibujuk untuk menyelesaikan kegiatan bermain di dalam air.

Pertama kali Gladden memakai masker selam di kolam

Kondisi Gladden yang tidak mudah mengenakan suatu alat seperti google renang atau masker selam membuat Gladden tidak dapat menyelam ke bawah air. Suatu saat adiknya mulai berlatih menggunakan masker selam dan kaki katak, demikian juga ayah Gladden. Secara perlahan Gladden memperhatikan hal ini, hingga pada suatu kesempatan ayahnya menawarkan Gladden untuk mencoba memakai masker selam. Tanpa diduga Gladden mau mencoba memakai masker selam.

Dibutuhkan waktu bagi Gladden berlatih menggunakan masker selam dan snorkel untuk berenang. Sebuah hambatan dialami saat menempatkan snorkel di mulutnya. Gladden dan ayahnya perlu berlatih bersama hingga paham cara menggunakan snorkel tersebut di mulut. Saat berenang menggunakan masker dan snorkel, Gladden sangat menikmati dan tidak sedikit dia bergembira sambil meneriakkan suara saat berada di air, hal ini tentu saja membuat air masuk melalui mulut. Beruntung Gladden tidak menjadi panik saat tertelan atau air masuk ke dalam mulut.

Gladden menemukan cara menikmati waktunya di air

Tiba waktu Gladden mencoba membuka jendela alam bawah laut. Bersama ayahnya, Gladden berenang menggunakan masker selam dan snorkeling di perairan jernih dengan ikan dan terumbu karang yang berwarna-warni. Pengalaman ini menambah semangat Gladden untuk mencoba menyelam dengan menggunakan tabung scuba.

Gladden menikmati keindahan bawah laut

Gladden rajin mengikuti ayahnya saat melatih selam di kolam, hingga akhirnya Gladden mendapat kesempatan belajar menyelam dengan tabung scuba bersama ayahnya yang juga seorang instruktur selam POSSI di kolam renang. Gladden tidak mengalami kesulitan berarti saat berlatih di kolam.

Gladden senang berlatih selam scuba dengan sang ayah

Gladden dan ayahnya pun akhirnya mendapatkan kesempatan yang baik untuk menyelam scuba di laut. Setelah menemukan seorang pemandu selam yang dikenal ayahnya, Gladden menyelam di laut nan jernih ditemani ikan-ikan yang jinak. Sekitar 40 menit Gladden menyelam pada penyelamannya yang pertama. Tidak banyak hambatan kecuali Gladden tidak nyaman saat masuk ke laut dan kembali ke darat.

Galeri Foto Gladden Menyelam

Baca Juga :
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Duni Bawah Laut
Jurnal Perjalananku ke Taman Nasional Tanjung Puting
Untaian Cincin Api Flores Timur
Tentang Divelog
Selam dan Lestarikan Raja Ampat
Hiu Laut Karibia

Categories: Special Needs

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Weh island- Aceh, Mandeh waters - Padang, Riau islands and Belitung waters, in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, and Tanah Bumbu Regency in Kalimantan region, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.