12,533 total views,  20 views today

Oleh : Farhan Satria

Halo, nama saya Farhan Satria biasa dipanggil Farhan. Saya adalah murid Mas Andreas Muljadi, instruktur selam dari Kafe Penyelaman. Mas Andreas Muljadi juga alumni dari Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang. Selama 4 hari paling seru ini, kami diajarkan hal-hal tentang dunia laut dan mengantarkan saya kepada dunia selam.

Saya mengikuti kursus selam untuk mengambil lisensi One Star Scuba Diver CMAS atau A1 POSSI. Saya sudah tertarik dengan dunia bawah laut dari dulu. Saat ini saya beruntung dapat kuliah di jurusan Oseanografi Undip yang berkaitan dengan eksplorasi dunia laut.

Kursus selam ini dilaksanakan selama 4 hari, yaitu pada tanggal 4-5 dan 7-8 Januari 2021. Saya bersama Gerald – teman kuliah saya, mengikuti 4 hari paling seru belajar selam, yaitu 2 hari di kolam renang dan 2 hari di laut. Pengalaman seru yang kami dapatkan adalah kami diajari tidak hanya cara menyelam saja, tetapi juga kaitan pelajaran fisika dengan selam, pengenalan alat scuba, keterampilan saat di dalam air, serta bagaimana menggunakan bahasa isyarat. Saya merasa senang saat pertama kali mencoba selam di kolam renang. Beberapa keterampilan diajarkan dan kami berlatih, antara lain turun ke bawah secara terkendali, equalisasi/ falsafa atau menyesuaikan tekanan udara di dalam tubuh kita dengan tekanan udara sekitar dengan cara meniup udara ke rongga telinga, membersihkan masker selam atau mask clearing – keterampilan ini bertujuan untuk membersihkan masker selam saat terjadi pengembunan, melakukan prosedur pencarian regulator yang terlepas atau regulator recovery, mengendalikan daya apung dengan prosedur fin pivot, patungan udara atau buddy breathing – baik menggunakan satu mouthpiece secara bergantian, juga dengan menggunakan octopus, serta berlatih berenang dalam keadaan darurat yaitu controlled emergency swimming ascent (CESA). Pada saat mencoba mask clearing, sempat mengalami kesulitan dan ragu tetapi pada akhirnya berhasil. Keterampilan di bawah air tersebut kami latih satu demi satu hingga kami mampu melakukannya dengan benar.

Foto-foto keseruan berlatih selam di kolam :

Setelah 2 hari paling seru berlatih selam di kolam renang, 1 hari saya gunakan untuk istirahat, kemudian dilanjutkan 2 hari paling seru berlatih selam di laut, dimana kami menginap di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Pengalaman pertama saya menyelam di laut, saya bertemu dengan berbagai macam hewan laut yang sudah tidak asing – saya lihat dari televisi, seperti penyu hijau, ikan nemo dan anemon dan berbagai jenis ikan karang berwarna-warni dan karang beraneka bentuknya.

Kepulauan Seribu memiliki keindahan yang tidak kalah dengan pulau lainnya yang berada di sekitar Pulau Jawa. Lokasi-lokasi penyelaman yang indah tersebut antara lain di depan dermaga pulau Pramuka, pulau Pramuka bagian selatan dan patch reef di bagian barat pulau Panggang.

Foto-foto hewan laut seru di Kepulauan Seribu :

Kami melakukan 4 kali penyelaman selama 2 hari yang paling seru di lapangan. Beruntung cuaca cukup baik sehingga penyelaman berlangsung lancar. Sebagai penyelam pemula, kami mengalami beberapa kendala, antara lain masih sulit untuk menemukan buoyancy netral ketika di dalam air dan mengatur pernafasan yang baik. Walaupun terdapat beberapa kendala sebagai penyelam pemula, tetapi hal tersebut terbayarkan pada saat kami melihat dan menjelajahi perairan Kepulauan Seribu yang indah.

Pengalaman selam di lapangan merupakan pengalaman yang seru dan luar biasa. Saya memang dari dulu bermimpi agar dapat menjelajahi laut maka dari itu saya sangat senang ketika dapat berkesempatan untuk mengambil lisensi selam. 4 hari berlatih selam di kolam dan di laut merupakan 4 hari paling seru! Terima kasih Mas Andreas atas pengalaman dan pembelajaran yang sangat bermanfaat.

Foto-foto keseruan berlatih selam di Kepulauan Seribu :

Baca Juga :
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Dunia Bawah Laut
Pengalaman Menyelam Mahasiswa UNIPA di Pantai Yenkarwar
Urutan Alat Selam Yang Dibeli Seorang Penyelam
Introduction Snorkeling to Non-Verbal Teenager with Autism
Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam
Selam dan Lestarikan Raja Ampat

Categories: Publication

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Weh island- Aceh, Mandeh waters - Padang, Riau islands and Belitung waters, in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, and Tanah Bumbu Regency in Kalimantan region, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.