17,547 total views,  36 views today

Penyelaman pada bangkai kapal atau pesawat sering dikenal dengan istilah Wreck Dive. Wreck dive adalah kegiatan penyelaman yang bertujuan melakukan penjelajahan pada bangkai kapal atau pesawat di bawah laut.

Saat melakukan penjelajahan di dalam bangkai kapal atau pesawat seringkali suasana seram dirasakan oleh penyelam. Hal ini tentu saja dipengaruhi oleh kisah yang melatarbelakangi keberadaan bangkai kapal atau pesawat tersebut. Berbagai kisah tentang kapal atau pesawat tersebut antara lain kapal yang tenggelam disebabkan terkena torpedo musuh saat terjadi perang di masa lampau atau pesawat yang jatuh karena tembakan musuh, ada pula kisah kapal yang sebelumnya merupakan kapal latih atau kapal logistik selama pertempuran di laut.

Saat di dasar laut, bangkai kapal atau pesawat menjadi tempat hidup karang dan kehidupan laut lain. Keadaan bangkai kapal atau pesawat cocok sebagai rumah atau tempat berlindung. Karang lunak, kipas laut, udang, kerang, berbagai jenis ikan serta penyu laut hidup di sana. Bagi para penyelam, bangkai kapal atau pesawat merupakan tempat menguji keberanian sekaligus sebagai lokasi wisata khusus untuk mendapat suasana sejarah kapal atau pesawat tersebut. Penyelam juga dapat mendokumentasikan keanekaragaman hewan yang tinggal dalam bangkai kapal atau pesawat tersebut.

13 lokasi penyelaman wreck dive menakjubkan berikut ini menjadi pilihan utama para penyelam, khususnya yang menyukai tantangan dan kisah sejarah tentang kapal atau pesawat tersebut. Tentunya masih banyak lokasi penyelaman wreck dive yang seru bahkan belum banyak dikunjungi oleh para penyelam lokal maupun manca negara.

  1. Sophie Rickmers Wreck

    Bangkai kapal Sophie Rickmers merupakan destinasi penyelaman “wreck dive” yang populer dan menjadi impian setiap penyelam bawah laut yang merencanakan perjalanan penyelaman ke pulau Weh. Kapal dengan panjang 134 meter ini berada di kedalaman 37 meter hingga 60 meter, di perairan teluk Sabang. Penyelam yang sudah berpengalaman dan memiliki jenjang Rescue Diver atau lebih tinggi yang direkomendasikan menyelam di lokasi ini. Penyelaman dalam dan menantang di bangkai kapal Sophie Rickmers membutuhkan persiapan yang cukup, diantaranya membawa tabung scuba ekstra baik untuk penyelaman maupun deco stop. Suhu perairan yang dapat dengan tiba-tiba berubah, jarang pandang sangat terbatas saat melakukan penetrasi ke dalam bangkai kapal, serta kemungkinan berjumpa dengan hewan buas, merupakan keadaan yang harus diantisipasi saat merencanakan penyelaman yang menantang dan menyenangkan. Hewn laut yang dapat dijumpai saat melakukan penyelaman di bangkai kapal ini, antaralain ikan Batfish, Trevally, Snapper, Fusilier, Anthias, Lionfish dan masih banyak lagi. Penyelam juga sangat disarankan menyelam bersama pemandu selam dari Dive Center lokal yang berpengalaman membawa grup penyelaman. Sebagai informasi tambahan, kapal Sophie Rickmers dibuat tahun 1920 di halangan kapal Werft di kota Geestemunde, Jerman.
  2. MV Boelongan Wreck

    Lokasi penyelaman MV Boelongan dapat dicapai menggunakan kapal kayu dari pelabuhan Carocok, Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, provinsi Sumatera Barat. Perjalanan menggunakan kapal ke lokasi penyelaman ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit. Kondisi dasar perairan di lokasi wreck dive ini adalah pasir dan lumpur sehingga mempengaruhi jarak pandang di lokasi, yaitu antara 10-1 meter. Bangkai kapal MV Boelongan terletak pada kedalaman 20-25 meter. Kapal yang memiliki panjang 74 meter ini dibangun pada tahun 1915 dan tenggelam karena serangan udara pasukan Jepang pada tahun 1942. Hal menarik bagi para penyelam adalah kapal ini dihuni oleh berbagai hewan laut, diantaranya Rabbitfish, Snapper, Lionfish, Bannerfish, lionfish dan masih banyak jenis lainnya. Penyelam perlu mempersiapkan penyelamannya dengan matang dan menggunakan pemandu selam lokal yang ada di kota Padang. Perjalanan dari kota Padang menuju Mandeh dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2 jam menggunakan mobil.
  3. Tabularasa Wreck

    Bangkai kapal Tabularasa merupakan kapal latih Sekolah Tinggi Perikanan Jakarta sebelum tenggelam pada tahun 1995. Bangkai kapal ini terletak di tenggara pulau Pramuka. Haluan kapal menghadap ke pulau Pramuka dekat dengan terumbu karang pada kedalaman sekitar 27 meter dan buritan kapal pada kedalaman 35 meter. Bangkai kapal Tabularasa ini menjadi tempat hidup berbagai jenis karang keras, karang lunak, karang hitam serta hewan laut baik kecil maupun besar. Selain ikan karang yang dijumpai dalam kelompok yang besar, seperti kakap, ikan ekor kuning, barakuda, ikan bendera juga binatang kecil seperti kepiting, cacing pipih dan kelinci laut yang berwarna-warni. Lokasi kapal yang dalam dan berarus merupakan bahaya yang dapat timbul apabila penyelaman dilakukan tanpa persiapan yang baik. Penyelam jenjang A2 atau advance diver dengan jam selam yang cukup atau jenjang yang lebih tinggi yang direkomendasikan menyelam di lokasi ini.
  4. Indonor Wreck

    Kapal Indonor merupakan kapal uap dengan panjang 106,9 meter yang tenggelam sekitar tahun 1960. Bangkai kapal ini terbuka di bagian lambung nya dan masih terlihat batubara yang berserakan di kedalaman 14-17 meter. Bangkai kapal Indonor merupakan salah satu destinasi penyelaman favorit bagi wisatawan penyelam yang berkunjung ke Taman Nasional Laut Karimunjawa. Selain sebagai monumen bawah laut, bangkai kapal ini merupakan tempat tinggal ikan batfish, kakap “rivulatus”, ekor kuning serta ikan damselfish dan kepe-kepe. Bangkai kapal Indonor memiliki suasana bawah air yang indah serta menantang. Bagi penyelam pemula sebaiknya didampingi oleh instruktur selam atau divemaster yang berpengalaman saat menyelam di lokasi ini. Jarak pandang rata-rata di perairan ini antara 6 hingga 10 meter, dan arus berkecepatan sedang harus diwaspadai saat menyelam di lokasi ini.
  5. USAT Liberty Wreck

    Bangkai kapal USAT Liberty terletak di Tulamben, Bali. Kapal berukuran 125 meter ini tenggelam akibat terkena torpedo pasukan Jepang pada tahun 1942. Penyelam dari seantero dunia datang ke lokasi penyelaman ini setiap tahun. Setiap akhir minggu para penyelam baik dari Indonesia maupun luar negeri melaukan penyelaman di wreck kapal USAT Liberty. Penyelaman di lokasi ini dilakukan dari pantai yang berjarak sekitar 25 meter, bangkai kapal ini berada di kedalaman antara 5 hingga 30 meter. Kondisi bangkai kapal ini sangat cocok bagi penyelam yang yang senang melakukan penetrasi ke dalam bangkai kapal. Bangkai kapal USAT Liberty merupakan rumah bagi berbagai macam jenis hewan laut dan ikan teruumbu karang, baik yang kecil seperti ikan goby dan cardinal fish hingga ikan kakap, kerapu, bubara bahkan ikan pemangsa besar seperti hiu dan barakuda. Bagi penggemar fotografi atau videografi, USAT Liberty sangat memanjakan mereka karena berbagai jenis ikan menarik seperti ikan Ghost Pipe Fish, Frog Fish, Pygmy Sea Horse dan biota macro lainnya dapat dijumpai disini. Perairan di lokasi ini sangat bagusantara 15 hingga 30 meter. Pada musim hujan jarak pandang relatif berkurang. Secara umum arus di lokasi cukup tenang hingga sedang. Suhu perairan dapat menjadi dingin terutama pada bulan Juni – Agustus. Menyelam bersama pemandu selam lokal memberikan keuntungan dapat menjumpai hewan laut menarik seperti Spanish Dancer atau kelinci laut lainnya.
  6. Wooden Boat Wreck

    Bangkai kapal kayu yang terletak di teluk Loh Sera, pulau Komodo ini merupakan sebuah kapal logistik yang tenggelam beberapa puluh tahun lalu. Bangkai kapal kayu ini telah ditumbuhi karang keras serta karang lunak dan menjadi rumah bagi berbagai hewan laut, seperti ikan kerapu, kakap serta ikan karang lainnya. Lokasi nya yang dekat pantai membuat mudah dijumpai. Penyelaman di lokasi ini dapat menjadi alternatif saat musim angin tenggara membuat sulit bagi boat selam selam yang akan menyelam di bagian selatan pulau Komodo, seperti Manta Alley dan German Flag. Jarak pandang di lokasi ini cukup baik dan arus pada umumnya cukup tenang.
  7. Japanese Cargo Wreck

    Gorontalo merupakan salah satu kota di pulau Sulawesi yang memiliki banyak lokasi penyelaman yang unik dan menarik. Salah satu lokasi penyelaman di sana ada Japanese Cargo Wreck, yaitu sebuah bangkai kapal Cargo Jepang berukuran panjang 50 meter yang tenggelam pada tahun 1942 karena kebakaran. Penyelaman di bangkai kapal ini memberikan perpaduan antara wreck dive dan reef dive karena letak bangkai kapal yang dekat dengan pantai, yaitu pantai Leato. Bangkai kapal ini menarik karena penyelam dapat menjumpai baling-baling yang masih menempel pada tempatnya dalam kondisi utuh dan kapal dalam posisi terbalik di kedalaman 35 meter. Karang meja dan karang lunak mendominasi badan bangkai kapal tersebut. Bagi penyelam yang gemar berswafoto, lokasi ini menawarkan gambar latar yang unik. Prosedur keselamatan harus dijaga khususnya untuk tetap menyelam dalam waktu bebas dekompresi dan secara reguler memantau pengukur tekanan udara, karena lokasi bangkai kapal yang dalam.
  8. Morotai Wreck

    Morotai wreck merupakan lokasi pennyelaman dengan bermacam peninggalan perang, seperti truk, jip, tank tempur serta pesawat tempur. Penyelaman dapat dilakukan dari pantai di desa Wamama. Desa ini dapat ditempuh dengan mobil sekitar 15 menit dari kota. Lokasi bangkai pesawat dan kendaraan tempur lainnya berada pada kedalaman 16 hingga 40 meter. Perencanaan selam yang aman perlu dilakukan mengingat objek yang dalam dan arus yang tidak dapat diprediksi. Selain bangkai sisa perang dunia kedua, penyelam juga dapat menikmati bermacam jenis hewan laut yang tinggal di sekitar benda-benda sisa pertempuran tersebut.
  9. P47 Thunderbolt Wreck

    Bangkai pesawat tempur Amerika ini tersimpan di kedalaman 25 meter pada terumbu karang di sebelah selatan pulau Wai, kabupaten Raja Ampat. Posisi bangkai pesawat menghadap ke pulau Wai. Penyelam dapat menyaksikan bangkai pesawat sisa pertempuran ini telah ditutupi karang dan hewan laut lainnya. Baling-baling depan masih bisa dijumpai, demikian juga beberapa senapan pesawat. Penyelaman perlu memperhatikan arus perairan yang dapat menjadi kuat pada waktu tertentu. Jarak pandang di perairan sekitar pulau Wai umumnya bagus, sekitar 20 meter. Saat ini terdapat banyak operator selam di Raja Ampat, demikian juga dengan kapal pesiar yang menyediakan kegiatan penyelaman dalam setiap trip wisatanya.
  10. Amsterdam Wreck

    Amsterdam wreck terletak di selatan pulau Amsterdam di kepulauan Meossu, kecamatan Sausapor, kabupaten Sorong. Lokasi dapat ditempuh selama 5 jam menggunakan speedboat dari kota Sorong. Bangkai kapal ini terletak di kedalaman 15-20 meter di dasar berpasir. Selain menikmati sisa reruntuhan kapal, penyelam dimanjakan dengan bermacam jenis ikan seperti ikan ekor kuning, ikan bubara, ikan kerapu raksasa, ikan barakuda yang sering dijumpai berkelompok. Ikan karang lainnya seperti ikan kambing, ikan beronang menambah keriuhan susasana di sekitar bangkai kapal. Bangkai kapal di perairan Meossu ini merupakan jenis kapal pendarat yang digunakan saat pertempuran sekutu melawan pasukan Jepang. Jarak pandang di perairan ini cukup bagus antara 15 hingga 25 meter. Penyelam agar waspada terhadap arus yang tidak dapat diprediksi di perairan ini.
  11. Shinwa Maru Wreck

    Bangkai kapal Shinwa Maru terletak di kedalaman 16 hingga 34 meter di pantai depan SMK Negeri Kehutanan Manokwari. Kapal Shinwa Maru merupakan kapal kargo Jepang yang mengangkut logistik perang maupun keperluan sehari-hari. Dalam bangkai kapal tersebut dapat ditemukan amunisi, perlengkapan ranjau, aki mobil, botol minuman sake, tank tempur dan perlengkapan dapur dan barang lainnya. Kapal ini tenggelam dengan lobang besar di lambung bagian kanan. Suasana bangkai kapal yang memiliki panjang 120 meter ini cukup membuat merinding bagi para penyelam terutama yang belum pernah menyelam di bangkai kapal yang tenggelam karena pertempuran. Penyelaman di Shinwa Maru Wreck membutuhkan perencanaan yang baik dan dianjurkan dilakukan oleh penyelaman yang memiliki jenjang A2 atau Advance Diver yang telah memiliki divelog yang cukup untuk deep dive atau wreck dive. Selain arus yang tidak dapat diprediksi, jarak pandang di dalam bangkai kapal sangat pendek/ gelap. Peralatan lampu senter dan tabung scuba ekstra perlu dibawa saat melakukan penyelaman. Karang keras, karang lunak, gorgonian atau kipas laut serta akar bahar hidup sangat baik di bangkai kapal ini terutama pada bagian yang mendapatkan sinar matahari cukup. Banyaknya ruang di dalam bangkai kapal membuat banyak ikan besar dan kecil tinggal di dalam wreck ini, seperti kerapu raksasa, kakap, belut, lion fish serta berbagai jenis hewan laut lainnya.
  12. Zero Airplane Wreck

    Zero Airplane wreck merupakan sebuah pesawat pasukan negara matahari terbit tipe Mitsubishi A6M “Zero” yang sangat disegani oleh lawan karena manuver dan keberanian para pilot nya melakukan Kamikaze atau terbang bunuh diri saat bertempur. Kondisi bangkai pesawat saat ini yang masih tersisa ada sayap dan sebagian badan pesawat, sedangkan baling-baling dan sebagian ruang pilot sudah tidak lengkap. Namun demikian tidak mengurang suasana historis saat menyelam di lokasi penyelaman ini. Lokasi bangkai pesawat Jepang ini berada di barat daya pulau Ripon, kabupaten teluk Wondama. Lokasi dapat ditempuh menggunakan kapal laut reguler dari Manokwari ke kota Wasior, dan melanjutkan dengan speedboat yang dapat disewa dari kota Wasior. Perjalanan dari kota Wasior dapat ditempuh kurang lebih 1-1,5 jam menggunakan speedboat atau long boat. Kondisi perairan di lokasi penyelaman umumnya memiliki jarak pandang dan terumbu karang memiliki tutupan karang keras yang bagus. Terumbu karang di perairan teluk wondama merupakan rumah bagi hewan-hewan endemik yang hanya dijumpai di teluk Cenderawasih seperti ikan kepe-kepe moncong panjang, dottyback dan ikan wrassae yang memiliki tulisan di badannya.
  13. Catalina Wreck

    Catalina wreck merupakan bangkai pesawat amphibi Amerika yang tenggelam saat berlangsungnya perang antara sekutu melawan pasukan Jepang di perairan Pasifik. Bangkai kapal ini berada di kedalaman 32 meter di dasar berpasar. Penyelaman di lokasi ini dapat dilakukan dari pantai Hotel Nirmala Biak.

Kumpulan Foto-foto wreck dan biota di sekitarnya:

Topik terkait lainnya :
Hebat! 10 Ikan Komersial ini menentukan Kesehatan Karang
Exploring Shinwa Maru Wreck
Flame Scallop at Liberty Wreck
4 Hari Paling Seru Saat Berlatih Selam
The Story of the Net from the Ocean
Bulu Babi Selayang Pandang

Categories: Publication

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Weh island- Aceh, Mandeh waters - Padang, Riau islands and Belitung waters, in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, and Tanah Bumbu Regency in Kalimantan region, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.