11,563 total views,  83 views today

Belajar selam dapat dilakukan dimana saja. 60 orang mahasiswa Ilmu Kelautan Undip Semarang yang berdomisili di Jabodetabek mendapat kuliah selam di Kolam Renang Wiladatika, Cibubur pada tanggal 20-28 Maret 2021. Materi dan skill selam diberikan oleh alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Ilmu Kelautan dan Oseanografi (KEKAL) Undip, yaitu Andreas Muljadi, Bambang Budiyanto dan Fajar Anshori.

Kesan-kesan dari peserta mahasiswa, sebagai berikut:
“Saya Bagus Aryo dari Ilmu Kelautan 2020 Universitas Diponegoro. Turut memberikan apresiasi kepada alumni kelautan Universitas Diponegoro. Saya sebagai mahasiswa yang baru mengenal dunia bawah air, kagum dengan pemberian materi yang singkat, padat, dan jelas oleh instruktur alumni Undip. Instruktur juga membina mental seperti ketika kita memiliki ketakutan terhadap kejadian terburuk di dalam air, instruktur selam memberikan semangat dan menamkan mindset positif.

Selain itu, instruktur selam seperti mas Andreas Muljadi mengajarkan keahlian seperti, mask clearing, regulator recovery, dan fin pivot. Saya sangat senang dan sangat terbantu oleh adanya program alumni mengajar selam dari Universitas Diponegoro. Setelah mengikuti kelas selam ini, kedepannya Saya termotivasi untuk mengikuti sertifikasi selam bersama beberapa teman yang lain. Terimakasih untuk mas Fajar, mas Bambang, dan Mas Andreas selaku instruktur pada program alumni mengajar. Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu”

Enji, peserta mahasiswi semester II – Ilmu Kelautan Undip Semarang, mempunyai kesan “Kelas selamnya seruuu bangettt, pelatihnya asik2 banget, kakak tingkatnya juga asik”.

“Hal paling berkesan adalah water entry memakai tabung udara, nyelam, sama ngangkat tabung selam nya – beratt hehehe.. “

Della adalah mahasiswi Ilmu Kelautan Undip duduk di Semester II, mengungkapkan alasannya: “motivasi saya masuk IK karena saya ingin tahu lebih tentang kelautan di Indonesia, juga bagaimana kita sebagai masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya laut secara bijak”.

“Kesan di kelas selam kemaren di Cibubur seru banget, unforgetabble experience banget pokoknya.. apalagi ditambah sama temen2 juga bikin seru dan tentunya juga nambah ilmu, seperti tuck dive, duck dive dan mask clearing.

Gilbert seorang mahasiswa Ilmu Kelautan lainnya menyampaikan : “Alasan memilih jurusan ini karena saya melihat bahwa begitu besar prospek kerja yang akan saya dapatkan. Potensi laut yang begitu besar di Indonesia dan dapat kita manfaatkan sumberdayanya untuk mendorong kemajuan bidang maritim”.

“Selama ikut kelas praktek selam di kolam Wiladatika Cibubur, saya sangat tertarik dan ini merupakan hal yang baru bagi saya dan teman-teman. Kita belajar hal-hal yang sebelumnya kita tidak ketahui dan setelah mengikuti kelas ini kita menjadi mengetahuinya. Ini juga adalah kesempatan buat saya sendiri dapat bertemu teman-teman saya yang awalnya cuma melihat dari layar kaca, di kolam inilah kita dipertemukan”.

“Hal yang menarik lainnya bagi saya selama ikut kelas selam ini adalah disini saya bisa belajar bagaimana caranya menyelam yang benar dari nol sampai bisa. Saya juga belajar mengenal alat-alat apa saja yang digunakan untuk menyelam mulai dari mask hingga fins. Mungkin ini merupakan hal yang menarik bagi saya pribadi bisa belajar langsung menyelam yang baik dan benar”.

Firyal Humaira seorang mahasiswi IK Undip Semester II, memiliki motivasi memilih ilmu kelautan adalah “karena saya senang mempelajari ilmu kebumian dan ingin belajar lebih banyak mengenai kelautan apalagi Indonesia di kenal sebagai negara kemaritiman yg kaya akan sumberdaya lautnya.

“Kesan yang saya dapatkan dari kelas selam di kolam adalah saya mendapatkan banyak sekali pengetahuan mengenai scuba yg penting untuk diketahui, pengajarnya pun sabar dan telaten dalam melatih, dan membuat saya tertarik untuk mempelajari lebih jauh mengenai scuba kedepannya. Bucket list saya salah satunya ingin punya sertifikasi selam sih”.

Saya Yasmine Avivah, motivasi saya masuk Ilmu Kelautan karena saya termotivasi oleh bu Susi dan sadar kalau Indonesia punya laut yang keren buat di analisa lagi. Waktu ikut kelas selam bersama mas Andreas dan rekannya itu diluar ekspektasi ya, saya kira bakal boring, ternyata seru banget! Diajarin betul-betul secara santai jadi enak diterimanya dan diajarin sampai bisa.

Nadira Prameswari seorang peserta dari Jakarta Barat menuturkan kesan yang dia rasakan : “mengikuti kelas selam bersama kakak-kakak seru banget dan menjadi pengalaman yang tak akan pernah terlupakan. Awalnya masih takut-takut tapi disini benar-benar diajarin sampai bisa. Kakaknya asik banget. Latihannya juga asik dan seru banget. Ternyata SCUBA itu ga semudah yang dibayangkan, banyak banget ilmu baru yang diajarin disini. Latihan disini menambah ilmu, pengalaman, dan juga teman. Asik banget!”

“Setelah mengikuti kelas latihan selam ini, kedepannya saya termotivasi untuk mengikuti sertifikasi selam saat liburan dan juga menjadi instruktur selam seperti kakak-kakak”.

“Seru mas!” kata Altafa “Asik juga karena hal baru juga untuk saya, saya pikir awalnya bakal susah atau ribet mas” lanjutnya..”

“tapi setelah dipelajari ternyata gak seribet itu mas, dan ternyata nagih untuk ikut selam lagi mas, apa lagi nanti kalau bukan di kolam lagi mas”

Sebagian besar peserta memanfaatkan kuliah selam di kolam renang ini sebagai ajang berjumpa dengan teman kuliahnya untuk pertama kali. Hal ini disebabkan saat diterima menjadi mahasiswa Ilmu Kelautan situasi pandemi memaksaperkuliahan dilakukan secara online. Dengan menerapkan protokol kesehatan, kuliah selam di kolam renang ini, para peserta dapat merasakan sebagai mahasiswa Ilmu Kelautan.

Pada akhir kegiatan di kolam renang, peserta mengikuti evaluasi untuk melihat sejauh mana mahasiswa menyerap keterampilan dasar menggunakan scuba di bawah air. Sebanyak 60 peserta yang mengikuti kuliah selam ini secara teknis menguasai lebih dari 90% materi dasar scuba. Selanjutnya para peserta ingin menuliskan kesan-kesan mengikuti kuliah selam oleh para alumni.

Delin seorang mahasiswi peserta kuliah selam ini menuturkan apa yang dirasakan dengan kegiatan ini : “kalo aku sendiri pas awal-awal emang rada takut dan ada sedikit trouble di bagian pas pakai Scuba tank dan snorkle, tapi lama kelamaan jadi ketagihan pakai scuba tank dan snorkle nya”

“terus juga seru banget di jelasin secara detail, dapet ilmu yang bermanfaat banget dan yang pasti nya dapat pengalaman yang Seru banget banget.. hehehe..”

Delin menambahkan apa yang paling berkesan ia rasakan : “Biasanya aku kalau ke Laut belum terbiasa pake Snorkle dan kalau pake Snorkle tuh kaya panik, karena kemarin diajarin seperti itu jadi kaya makin bisa dan semangat buat nyemplung kelaut karena udah bisa pake snorkle dengan benar”

“Terus juga ketemu sama kakak tingkat yang baik dan seru juga dan pelatih-pelatih yang baik dan pasti nya seru, dan juga bisa ketemu temen-temen yang tadinya cuma bisa sekedar kenal di chat sekarang bisa ketemu..”

Baca juga : Alumnus Bantu Ajar Kuliah Selam

Topik terkait lainnya :
4 Hari Paling Seru Saat Berlatih Selam
One Star SCUBA Diver on the Last Day of 2019
Kisah Penyelaman SCUBA Remaja Berkebutuhan Khusus

Categories: Publication

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Weh island- Aceh, Mandeh waters - Padang, Riau islands and Belitung waters, in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, and Tanah Bumbu Regency in Kalimantan region, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.