LAPORAN STATUS POPULASI IKAN KOMERSIAL DI TAMAN NASIONAL PERAIRAN LAUT SAWU 2014

Published by Kafe Penyelaman on

Loading

Survei bertujuan untuk 1. Mengetahui status populasi ikan komersial di perairan TNP Laut Sawu. 2. Data dan informasi yang diperoleh digunakan untuk memberi masukan bagi revisi zonasi yang telah ada. 3. Menentukan prioritas pengelolaan lingkungan baik di dalam dan di luar kawasan TNP Laut Sawu.

Pengamatan dilakukan pada terumbu karang yang terbuka karena keragaman komunitas ikan karang dipengaruhi oleh posisi terumbu karang terhadap arah angin. Tim pengamat juga melakukan pengamatan pada tubir karang, karena beberapa ikan komersial dari kelompok ikan herbivora berlimpah pada habitat tersebut, seperti ikan kulit pasir (family Acanthuridae) dan ikan kakatua berukuran besar (subfamily Scarini). Pengamatan dilakukan pada terumbu karang yang sejajar dengan garis pantai.

Pengamatan ikan dalam survei ini menggunakan metode sensus visual di bawah air. Populasi ikan komersial diamati menggunakan metode survei kesehatan karang dengan transek sabuk dan long-swim menggunakan peralatan scuba.

Jenis ikan komersial yang diamati berdasar jenis yang diamati di Halmahera (Green dan Muljadi, 2009), antara lain adalah ikan kulit pasir (Acanthuridae), ikan kuwe (Carangidae), ikan hiu (Carcharhinidae dan Hemigaleidae), ikan pari (Dasyatidae), ikan mulut tebal (Haemulidae), ikan maming atau Napoleon (Labridae), ikan lencam (Lethrinidae), ikan kakap (Lutjanidae), ikan kakatua (Scarini), ikan tuna (Scombridae), ikan kerapu (Serranidae), ikan beronang (Siganidae) dan ikan barakuda (Sphyraenidae).

Pengamat ikan Andreas Muljadi dan Purwanto mencatat estimasi panjang dan jenis ikan komersial yang dijumpai.

Kelimpahan ikan komersial rata-rata tiap lokasi di kawasan TNP Laut Sawu adalah 1,634 ikan/hektare, dan bervariasi di antara kelompok famili dan lokasi pengamatan.

Ikan kulit pasir (Acanthuridae), ikan kakap (Lutjanidae) dan ikan kakatua (Scarini) merupakan kelompok ikan komersial yang dijumpai di hampir semua lokasi pengamatan dengan kelimpahan rata-rata masing-masing kelompok famili tersebut adalah 988 ikan/hektare, 297 ikan/ hektare, dan 236 ikan/hektare.

Kelimpahan ikan komersial yang dijumpai di tiap area kawasan TNP Laut Sawu secara umum merupakan ikan berukuran 0-10 cm, 11-20 cm dan 21-30cm.

Biomassa ikan komersial rata-rata di tiap lokasi kawasan TNP Laut Sawu adalah 340 kg/hektare, dengan biomassa rata-rata tertinggi adalah pada ikan kulit pasir (Acanthuridae), ikan kakatua (Scarini) dan ikan kakap (Lutjanidae) masing-masing adalah 160.03 kg/hektare, 84.82 kg/hektare, dan 59.55 kg/ hektare

Unduh Laporan Lengkap (587kb) :

Topik terkait lainnya :
Hebat! 10 Ikan Komersial ini menentukan Kesehatan Karang
Menghentikan Ancaman Kepunahan Ikan Napoleon, Mungkinkah?
Cara (mudah) Membuat Sambal Ikan Roa ala Rumahan

Wisata Belitung Timur, Keindahan Laut dan Kenikmatan Kuliner
Barongsai Laut
Sinking of My Boat in South China Sea
Bulu Babi Selayang Pandang

Status of Golden Butterflyfish in Indonesia
Untaian Cincin Api Flores Timur

Categories: REEF STORIES

Kafe Penyelaman

As an archipelago country, Indonesia has area covered with waters bigger than land. Kafe Penyelaman wants to improve the business scope in underwater services to explore how beautiful marine life and ecosystem. Our company is an Indonesian dive center based in Cibubur and undertakes tasks covering all over Indonesia waters. Our orientation is to provide professionalism, customer focused services and competitive cost effective solution. We are supported by professional, skilled and experienced diver and scientist coral reef expert in order to ensure accurate and competent service delivery, endeavouring at all times to satisfied our client safety, quality, technical and commercial objective.