2,796 total views,  72 views today

Ikan BarongsaiPada saat menyelam khususnya saat senja hari kita dapat berjumpa dengan sejenis ikan yang memiliki warna yang unik, dasar biru dipadu dengan warna oranye bergelombang dan warna kuning, ungu dan hijau yang mencolok, sepintas warna dan bentuk tubuh ikan ini mirip topeng penari barongsai. Sebagian penyelam menganggap ikan ini mirip seragam pasukan kerajaan tiongkok. Keunikan warna dan bentuknya yang kecil membuat penyelam yang gemar fotografi menjadikannya target untuk difoto.

Ikan Barongsai atau mandarin fish mempunyai nama ilmiah Synchiropus splendidus, hidup di perairan dangkal dekat dengan pecahan karang mati atau dibawah karang. Ikan ini merupakan pemakan invertebrata laut yang kecil seperti cacing laut dan krustasea kecil. Pada saat musim kawin, ikan betina akan berenang menunggu ikan jantan yang memamerkan “kejantanannya” di depan ikan-ikan betina. Bila saling tertarik makan mereka akan berenang dengan masing-masing perut menempel kemudian melepaskan telur dan sperma secara bersamaan. Seekor ikan barongsai betina dapat melepaskan 200 butir telur. Ikan ini mempunyai pertahanan diri dengan lendir pada kulitnya yang membuat pemangsa enggan. Lendir ini juga sebagai pelindung dari parasit. Warna yang terang merupakan peringatan bagi biota lain yang hendak memangsa dari bau dan rasa yang buruk.

Di perairan Indonesia, barongsai laut atau ikan mandarin dapat dijumpai di Ambon, Bali, Selat Lembeh, Banda Naira dan Raja Ampat.

Mandarin Fish

Picture 1 of 7

Mandarin Fish (Synchiropus splendidus)
Date Taken : 22 Feb 2007
Location : Kofiau

Biota Hari Ini lainnya :
Ikan Kepe-Kepe Moncong Panjang
The Fluorescence of Cuttlefish
Udang Bintik Merah
Ikan Matahari dari Nusa Penida
Colors of The Reef
Bulu Babi Selayang Pandang


Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*