114,156 total views,  100 views today

Ikan BarongsaiPada saat menyelam khususnya saat senja hari kita dapat berjumpa dengan sejenis ikan yang memiliki warna yang unik, dasar biru dipadu dengan warna oranye bergelombang dan warna kuning, ungu dan hijau yang mencolok, sepintas warna dan bentuk tubuh ikan ini mirip topeng penari barongsai. Sebagian penyelam menganggap ikan ini mirip seragam pasukan kerajaan tiongkok. Keunikan warna dan bentuknya yang kecil membuat penyelam yang gemar fotografi menjadikannya target untuk difoto.

Ikan Barongsai atau mandarin fish mempunyai nama ilmiah Synchiropus splendidus, hidup di perairan dangkal dekat dengan pecahan karang mati atau dibawah karang. Ikan ini merupakan pemakan invertebrata laut yang kecil seperti cacing laut dan krustasea kecil. Pada saat musim kawin, ikan betina akan berenang menunggu ikan jantan yang memamerkan “kejantanannya” di depan ikan-ikan betina. Bila saling tertarik makan mereka akan berenang dengan masing-masing perut menempel kemudian melepaskan telur dan sperma secara bersamaan. Seekor ikan barongsai betina dapat melepaskan 200 butir telur. Ikan ini mempunyai pertahanan diri dengan lendir pada kulitnya yang membuat pemangsa enggan. Lendir ini juga sebagai pelindung dari parasit. Warna yang terang merupakan peringatan bagi biota lain yang hendak memangsa dari bau dan rasa yang buruk.

Di perairan Indonesia, barongsai laut atau ikan mandarin dapat dijumpai di Ambon, Bali, Selat Lembeh, Banda Naira dan Raja Ampat.

Mandarin Fish

Picture 1 of 7

Mandarin Fish (Synchiropus splendidus)
Date Taken : 22 Feb 2007
Location : Kofiau

Biota Hari Ini lainnya :
Ikan Kepe-Kepe Moncong Panjang
The Fluorescence of Cuttlefish
Udang Bintik Merah
Scuba Intro to Non-verbal Special Need Teenager
Colors of The Reef
Bulu Babi Selayang Pandang


Kafe Penyelaman

The Kafe Penyelaman is managed by a marine biologist and dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation. He traveled the archipelago such as Weh island, Mandeh waters, Riau islands and Belitung waters, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park, Karimunjawa National Park, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, Tanah Bumbu in South Kalimantan, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park, Lembeh strait, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park, Halmahera and Morotai waters, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park. He also did some regional and international visit such as Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, and Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.