One Star SCUBA Diver on The Last Day of 2019

Published by Kafe Penyelaman on

 4,607 total views,  31 views today

 

Oleh : Alfandy ~ Oceanography Department UNDIP Semarang 2018

Hai, perkenalkan nama saya Alfandy Rafliansyah Subingat – panggil saya Fandy atau Alfandy. Saya adalah salah satu murid selam mas Andreas Muljadi – orang yang sudah memperkenalkan langsung kepada saya dunia bawah laut, dan bisa membuat saya terjun langsung sampai ke dasarnya. Keputusan saya mengambil lisensi selam A1 atau One Star Scuba Diver, cukup simpel sih yaitu sebagai mahasiswa Kelautan khususnya Oseanografi yang berkecimpung di dunia laut, masa tidak bisa meng-eksplorasi dalamnya laut, terlebih rumah saya berada di Kalimantan Timur – dimana kebanyakan pantainya  belum terjamah manusia dan perlu dieksplorasi.

Sertifikasi ini sendiri dilakukan selama 5 hari dimana 2 hari LKK atau Latihan Keterampilan Kolam, 2 hari lagi untuk Latihan Perairan Terbukan atau LPT di laut, dan sehari untuk PAP dan ujian tulis. Pengalaman ini sendiri sangat seru sekali karena teman-teman yang mengambil sertifikasi adalah teman angkatan sendiri yang dimana sudah tidak asing dan canggung lagi. Dalam pelatihan ini kami mendapat pengetahuan dan materi dimana saat di kampus belum diajarkan, seperti emergency safety assign dan terjun langsung kedalam laut di antaranya.

Begitu terjun ke dalam laut suasana seperti di film-film kartun bawah laut, kami bertemu nemo, anemon, ikan buntal, dan berbagai macam karang yang cukup dramatis tapi begitu indah warna warni dan nano-nano. Namun demikian bukan berarti tidak ada kendala, kendala kami yaitu berenang cukup rapat saat melakukan penyelaman, maka jadilah tabrakan antar penyelam – tapi itu menjadi pengalaman yang lucu jika diingat. Mungkin karena baru pertama kalinya kami menyelam secara bersamaan jadilah hal seperti itu yaa, walaupun berulang kali ditabrak tetapi tetap saja terbayarkan dengan keindahan bawah laut Kepulauan Seribu yang sangat menawan. Cieee..

Beberapa hal seperti hempasan ombak di laut dan hujan rintik-rintik saat penyelaman pun menjadi cerita, bagaimana kita harus memasang alat-alat dengan kapal yang bergoyang-goyang dan udara yang dingin karena angin laut yang dingin. Hal-hal tersebut terbayarkan dengan suasana hangat di kapal, dimana sehabis menyelam terdapat sesi makan bareng diatas kapal sambil mengisitirahatkan badan sehabis penyelaman pertama dan bersiap untuk penyelaman kedua.

Saya sendiri harus berterimakasih kepada Kafe Penyelaman karena telah membantu saya dalam meraih pencapaian saya yaitu menyelam dan semoga ilmu yang sudah diberikan itu, berhasil saya kembangkan dan dapat berkolaborasi dengan Kafe Penyelaman kedepannya, ingin rasanya belajar lebih banyak di kafe penyelaman dan mengeksplorasi laut Indonesia. Terimakasih Kafe Penyelaman !

Baca Juga :
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Dunia Bawah Laut
Pengalaman Menyelam Mahasiswa UNIPA di Pantai Yenkarwar
Urutan Alat Selam Yang Dibeli Seorang Penyelam
Introduction Snorkeling to Non-Verbal Teenager with Autism
Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam
Selam dan Lestarikan Raja Ampat
Ecodiver Course Seribu Islands

 
Categories: Training

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.