4,740 total views,  6 views today

Pulau Dua atau dikenal oleh masyarakat Sorong sebagai Meossu terletak sekitar 130 km timur laut kota Sorong dan dapat ditempuh menggunakan speedboat selama kurang lebih 3 jam. Meossu merupakan gugusan dua buah pulau terluar Republik Indonesia, yang terdiri dari pulau Amsterdam dan pulau Middleburg Airfield. Pada era pertempuran perang Pasific kepulauan ini mempunyai peranan sangat penting dan menjadi perebutan antara pasukan Jepang dan sekutu.

Selain menyimpan sejarah pertempuran di masa lalu, pulau-pulau di samudera pasifik ini memiliki keindahan alam yang tinggi nilainya. Pulau ini ditumbuhi aneka pohon dan mempunyai pantai berpasir putih yang menawan dengan airnya yang jernih. Terumbu karang yang sehat memberikan makanan dan tempat tinggal beraneka kehidupan laut, diantaranya ikan kakap, ikan kerapu, ikan barakuda dan ikan laut lainnya. Disamping itu, sebagai daerah pertempuran tentunya kita dapat melihat adanya jejak dari peristiwa yang pernah terjadi disini, salah satunya adalah kapal pendarat pasukan atau landing craft di perairan pulau Amsterdam. Landing craft ini berbaring dengan tenang di dasar perairan dengan kedalaman sekitar 18 meter.

Untuk melakukan penyelaman di bekas kapal pengangkut pasukan ini, diperlukan perencanaan yang matang seperti menyiapkan peralatan scuba dan tangki udara yang cukup serta pemahaman lokasi dan arus yang memadai. Pada waktu tertentu perairan ini berarus cukup keras demikian gelombang laut pada waktu tertentu cukup tinggi sehingga dapat menyulitkan kapal penyelam menurunkan penyelam pada lokasi yang tepat.

Baca juga : Pelatihan SCUBA

Saat memulai penyelaman biasanya kita akan disambut oleh ikan-ikan pelagis maupun ikan karang berukuran besar yang tertarik oleh gerakan penyelam yang turun dari permukaan. Ikan-ikan tersebut seperti barakuda, kerapu raksasa maupun ikan bobara akan menghampiri penyelam yang turun. Sebaikanya para penyelam tidak melakukan gerakan yang dapat membuat ikan-ikan tersebut kaget, turun perlahan akan membuat ikan-ikan tersebt merasa aman dan berenang mendekati penyelam. Setelah mendekati kapal yang karang penyelam dapat berenang seiring arus memutari bukit kecil di dasar perairan yang menjadi tempat berbaringnya kapal pedarat pasukan ini. Penyelam dapat menjumpai aneka ikan kakap berwarna-warni serta ikan sweetlips yang berenang bergerombol diantara bangkai kapal. Adakala nya kita bisa menjumpai penyu laut yang sedang beristirahat. Selain menjelajah bangkai kapal karam ini, penyelam juga dapat menjepret aneka kehidupan yang unik area penyelaman ini.

Setelah puas dengan pengamatan di bawah air para penyelam naik ke permukaan secara perlahan dengan tidak lupa melakukan safety-stop di kedalaman 5 meter selama 3 menit.

Dalam perjalanan kembali ke Sorong seringkali speedboat berpapasan dengan mamalia laut yang sedang bermigrasi seperti lumba-lumba dan paus. Atraksi tambahan ini bisa kita jumpai apabila kita cukup jeli mengamati gerakan di permukaan laut.

Baca Juga :
Become A First-time Diver As A Person With Anxiety
4 Hari Paling Seru Saat Berlatih Selam

Sekilas Ikan Bam
Urutan Alat Selam Yang Dibeli Seorang Penyelam
Introduction Snorkeling to Non-Verbal Teenager with Autism
Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam
Selam dan Lestarikan Raja Ampat

Koleksi Mug Marine Animal (Cangkir Fauna Laut)
9 Ikan Eksotis Paling Dicari Penyelam
Status of Golden Butterflyfish in Indonesia

Categories: Perjalanan

Kafe Penyelaman

The Kafe Penyelaman is managed by a marine biologist and dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation. He traveled the archipelago such as Weh island, Mandeh waters, Riau islands and Belitung waters, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park, Karimunjawa National Park, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands, Tanah Bumbu in South Kalimantan, Wakatobi National Park, Gorontalo waters, Bunaken National Park, Lembeh strait, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park, Halmahera and Morotai waters, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park. He also did some regional and international visit such as Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, and Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 advance and open water divers.