Sertifikasi Selam Dasar di Kofiau

Published by Kafe Penyelaman on

 459 total views,  8 views today

Kofiau terletak sebelah Barat kepulauan Raja Ampat merupakan gugusan pulau yang terdiri dari 40 buah pulau yang tersusun dari berbagai macam habitat penting dan memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi baik di darat maupun air. Perairan Kofiau merupakan tempat hidup bagi 510 jenis ikan, 292 jenis karang pembentuk terumbu, 12 jenis paus dan lumba-lumba, 3 jenis penyu serta biota penting lainnya seperti pari manta, duyung, ketam kenari, serta invertebrata laut. Keanekaragaman ini menjadikan kepulauan Kofiau sebagai salah satu tujuan pariwisata penting  di Raja Ampat. Kegiatan pariwisata khususnya penyelaman banyak dilakukan kapal-kapal liveaboard baik yang berlayar dari Sorong,  dari kepulauan Maluku dengan singgah di kepulauan Misool di Selatan maupun dari pulau-pulau di utara Raja Ampat seperti Wayag, Waigeo maupun Batanta.

Baca juga : Menjadi Penyelam dan Menjelajah Dunia Bawah Laut

Sebagai daerah tujuan penyelaman Kofiau membutuhkan penyelam-penyelam yang nantinya dapat berperan baik sebagai pemandu selam maupun sebagai penjaga perairan yang mampu melakukan pendataan kondisi kesehatan karang. The Nature Conservancy pada tanggal 26 Januari hingga 31 Januari 2008 menyelenggarakan pendidikan dan sertifikasi selam dasar bagi para Fasilitator Kampung di Kofiau. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan tenaga-tenaga yang terlatih dan bersertifikat sehingga masyarakat Kofiau memiliki kemampuan melakukan pendataan dan pemantauan kondisi kesehatan karangnya di masa datang.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah para Fasilitator Kampung yang sehari-hari berada di pantai dan laut dan aktif menjadi bagian dalam kegiatan penyadaran dan sosialisasi tentang konservasi kawasan perairan di kampung-kampung. Peserta diwajibkan mengikuti tes kesehatan dan tes kemampuan di air seperti berenang 200 meter, mengapung selama 30 menit dan berenang tahan nafas sejauh 12 meter.

Peserta mendapatkan materi baik teori maupun praktek di air. Di kelas peserta mendapatkan pendidikan akademis penyelaman meliputi pengantar penyelaman, tubuh dan dunia bawah air, penyesuaian terhadap pengaruh di bawah air, aspek medis penyelaman, serta lingkungan penyelaman. Praktek ketrampilan di air dilakukan di pantai berpasir baik dengan menggunakan alat dasar maupun dengan menggunakan perlengkapan SCUBA. Pendidikan dan sertifikasi selam ini menggunakan standard pendidikan dari organisasi selam POSSI (Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia) yang berafiliasi ke CMAS (World Underwater Federation) – yang merupakan organisasi penyelaman paling tua di dunia.

Setelah mengikuti pendidikan dan latihan keterampilan baik di darat dan di air, peserta mengikuti evaluasi baik teori maupun praktek. Kegiatan ini menghasilkan 10 orang penyelam berjenjang One Star Scuba Diver yang berhak menyelam dengan perlengkapan SCUBA di perairan yang tenang pada kedalaman maksimum 18 meter. Para peserta yang berhasil mendapatkan sertifikat selam A1 tersebut adalah:

  1. Abdul Rahim Wihel
  2. Nikson Watem
  3. Arnold Fadimpo
  4. Ladamu
  5. M Nur Ohoiren
  6. Yosepus Ambrauw
  7. Jainal A Laitafalas
  8. Muhammad R Saleh
  9. Indra F Luhulima
  10. Brian Indra Gandhi

Selamat bagi para penyelam baru dan selalu menyelam dengan mengutamakan keselamatan.

Waspada Dira Anuraga

Baca juga :
Pelatihan SCUBA
Menjadi Penyelam dan Menjelajah Duni Bawah Laut
Isyarat Tangan Dalam Keadaan Darurat Saat Menyelam
Urutan Alat Selam Yang Dibeli Seorang Penyelam
Tentang Divelog

Galeri Foto Fauna Laut Kofiau


Categories: Training

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*