Prevent Extinction Do Conservation

Published by Kafe Penyelaman on

Loading

Takutlah bila Laut Tanpa Hiu, BUKAN takut dengan Hiu !

Pembiacara Seminar

“Di Indonesia, seekor hiu yang dibiarkan hidup untuk menjadi obyek wisata bahari bisa memberikan sumbangan devisa sebesar Rp. 300 juta sampai dengan 1,8 miliar per tahun atau setara dengan Rp. 18 miliar selama ikan itu hidup “ Dharmadi menjelaskan dalam penutup paparannya. Artinya selain hiu dapat dimanfaatkan dengan cara ditangkap, sisi lain hiu dalam keadaan hidup memberikan dampak ekonomi yang cukup besar.

Dwi Ariyoga (WWF-Indonesia) menjelaskan aspek pengelolaan untuk wisata hiu supaya praktik wisata bahari hiu ini menjadi sebuah solusi untuk upaya pelestarian dan teteap menghasilkan nilai ekonomi. “ Tidak dipungkiri dengan adanya praktik wisata hiu ini juga memberikan dampak negatif jika promosi wisata tidak diiringi kesiapan pegelolaan, kemudian kurangnya pemahaman terkait interaksi satwa dan memproduksi sampah “ Papar Dwi dalam presentasinya.

Menjelaskan lebih lanjut, “ terdapat diantaranya beberapa aspek untuk penguatan tata kelola wisata hiu dan manta, dimulai dari identifikasi lokasi (spot), studi carrying capacity, pengaturan wisata dan promosi serta monitoring evaluasi. Supaya praktik wisata hiu ini menjadi sebuah solusi untuk ancaman hiu itu sendiri dan menekan eksploitasi yang melebihi batas “ jelasnya.

Pada seminar ini juga turut dihadirkan public figure yang juga sebagai aktivis lingkungan Nadine Chandrawinata yang mengajak pada peserta seminar untuk dapat melakukan aksi-aksi kecil dengan lewat slogan Start with One Thing.

“ Banyak yang dapat kita lakukan baik jika kita menjadi seseorang yang langsung berpartisipasi dalam wisata bahari maupun tidak. Kita harus menjadi wisatawan yang cerdas dengan mengetahui dan belajar menghargai keberadaan mereka (hiu/pari). Dengan memilih operator wisata yang memahami dan menjalankan Code of conduct , yang memahami tata cara berinteraksi dengan satwa, mengurangi dan tidak membuang sampah dan sembarangan, tidak membeli produk turunan satwa, dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan untuk menekan masalah lingkungan ini. Kita pun wajib melakukan praktik-praktik ramah lingkungan dalam kebiasaan sehari-hari, misal untuk mengurangi produksi sampah, serta bantu menyuarakan baik secara langsung maupun melalui media sosial untuk perlindungan hiu dan pari manta “ ajak Nadine dengan tegas.

Kekompakan dari seluruh elemen masyarakat tentu sangat diperlukan untuk mewujudkan keseimbangan potensi bahari yang dimiliki Indonesia sehingga dapat dimanfaatkan dengan bijak dan berkelanjutan.

Penulis : Jibriel Firman


Topik terkait :
MDC UNDIP Kampanyekan Perlindungan Hiu dan Pari Manta
Hebat! 10 Ikan Komersial ini menentukan Kesehatan Karang
Trip to The Neighbor World
Keanekaragaman Hayati
Taman Laut di Pulau Rinca
Hiu Paus Teluk Cenderawasih
Become A First-time Diver As A Person With Anxiety
Semalam Bersama Si Raksasa di Pantai Trianglasi Alas Purwo
9 Ikan Eksotis Paling Dicari Penyelam

Petualangan Hutan Mangrove

Categories: MONITORING

Kafe Penyelaman

As an archipelago country, Indonesia has area covered with waters bigger than land. Kafe Penyelaman wants to improve the business scope in underwater services to explore how beautiful marine life and ecosystem. Our company is an Indonesian dive center based in Cibubur and undertakes tasks covering all over Indonesia waters. Our orientation is to provide professionalism, customer focused services and competitive cost effective solution. We are supported by professional, skilled and experienced diver and scientist coral reef expert in order to ensure accurate and competent service delivery, endeavouring at all times to satisfied our client safety, quality, technical and commercial objective.