80 total views,  8 views today

Hiu dan pari manta termasuk sumber daya perikanan yang memiliki nilai penting dari aspek ekologis, penyebaran habitatnya sangat luas dari perairan dangkal hingga laut dalam. Di Indonesia hiu dan pari manta memiliki tingkat eksploitasi yang sangat tinggi, terutama di daerah pelepasan anakan ikan hiu (nursery ground), hal ini dapat menyebabkan terjadinya penurunan populasi hiu dan pari manta secara drastis dan membutuhkan waktu yang lama untuk proses pemulihan. Pendaratan tangkapan hiu dan pari manta di provinsi Jawa Tengah terjadi di beberapa tempat yaitu di TPI Tegal, Cilacap, dan Pekalongan.

Berdasarkan pemikiran dan fakta tersebut Marine Diving Club (MDC) merasa perlu mengambil peran untuk memberikan edukasi serta penyadartahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan mencegah kepunahan hiu dan pari manta akibat penangkapan yang berlebihan.

Unit Pelaksana Kegiatan MDC Departemen Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro bekerjasama  dengan Himpunan Mahasiswa Ilmu Kelautan Undip dan WWF-Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan seminar nasional tentang pelestarian serta upaya pengelolaan ikan hiu dan pari manta di Jawa Tengah. Seminar akan diselenggarakan di Auditorium FPIK Undip Tembalang, pada Sabtu 1 Oktober 2016.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat umum tentang keseimbangan ekosistem laut dan status perikanan hiu/ pari manta serta upaya rencana aksi nasional konservasi di Indonesia.

Acara Seminar akan berupa presentasi yang disampaikan oleh Dharmadi (Peneliti dari Balitbang KP) bersama Dwi Ariyoga (Koordinator Bycatch dan Sharks – WWF-ID) mengenai hasil penelitian-penelitian terkini, dan selanjutnya oleh Samsul Bahri Lubis (Dirjen KKHL KKP) mengenai rencana aksi nasional upaya pelestarian serta pengelolaan ikan hiu/pari. Dan yang terakhir sharing oleh Nadine Chandrawinata (penggagas kampanye seasoldier) mengenai belajar menghargai alam. Acara akan ditutup dengan diskusi bersama ketiga pembicara tersebut.

Dengan terselenggaranya acara ini diharapkan seluruh elemen masyarakat mengetahui, menyadari, dan dapat melakukan aksi-aksi nyata untuk menunjang program pelestarian hiu/pari manta di Indonesia sehingga ekosistem laut nasional dapat tetap terjaga.

Informasi Pendaftaran SEMINAR : 085725295099 / Line @aryasrida

www.mdc.undip.ac.id

Penulis : Jibriel Firman Sofyan Kontak : 082218115702 E-mail : jibrielfi@gmail.com

 

Categories: Publication

Kafe Penyelaman

The founder is a marine biologist and a dive instructor. He experiences in marine conservation especially on bio-physic data collection such as reef health monitoring, fish spawning aggregation site survey, marine large fauna survey, occasional observation and marine resource utilization assessment. Also experience on training related scientific diving, bio-physic monitoring, geographic information system, data analyzing and reporting, marker buoys installation, underwater photography and coral rehabilitation, such in Riau islands and Belitung waters, and Weh island in Sumatera region, Krakatoa Marine Sanctuary, Seribu islands National Park and Karimunjawa National Park in Jawa region, Derawan, Sangalaki and Kakaban islands in East Kalimantan, Wakatobi National Park, Bunaken National Park and Lembeh strait in Sulawesi region, Bali, Lombok, Sumbawa, Komodo waters, Flores, Adonara, Lembata, Pantar, and Sawu Sea National Park in Lesser Sunda Region, Halmahera and Morotai waters in North Maluku region, Ambon waters, Lease islands and Banda islands in Maluku region, Kaimana, Raja Ampat waters and Teluk Cenderawasih National Park in West Papua region, Tioman Marine Park and Tun Sakaran Marine Park in Malaysia, Atauro island and Liquiça in Timor Leste, Phuket in Thailand, Kehpara Marine Sanctuary in Pohnpei, Micronesia, Gladden Spit Marine Sanctuary and Half Moon Cay Marine Park in Belize. Experience as a scuba diver instructor with more than 5000 dives and trained more than 200 open water divers.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

*