‪4,027 views‬

Petualangan Hutan Mangrove

Kata mangrove seringkali berkaitan dengan hutan di air asin, berlumpur dan serangga yang gatal. Namun kalau menengok ke dalam hutan mangrove banyak hal yang kita bisa dapatkan dan nikmati. Sebagai kawasan yang unik mangrove dikenal sebagai pelindung pantai dari gempuran ombak sehingga terhindar dari abrasi. Hutan mangrove juga merupakan sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar karena merupakan sumber ikan dan kehidupan laut lainnya. Bagi kehidupan di air, hutan mangrove mempunyai kandungan zat hara yang dibutuhkan mahluk hidup serta merupakan tempat berlindung dan asuhan fauna perairan. Hutan mangrove bagi masyarakat modern merupakan salah satu wahana bersosialisasi maupun rekreasi yang menyediakan berbagai atraksi/ aktifitas, seperti berkano, snorkeling/ menyelam, mancing, mengamati burung, berkumpul dengan keluarga ataupun sebagai tempat belajar serta penelitian.

Di Bali khususnya yang tinggal di sekitar Denpasar, kita mempunyai kawasan hutan mangrove yang dikelola dengancukup baik. Kawasan ini berlokasi di Sesetan dekat jalan bypass Ngurah Rai. Disini kita dapat berwisata bersama dengan teman maupun keluarga sambil belajar mengenal alam sekitar. Kawasan yang memiliki luas sekitar 100 hektar ini mempunyai 18 jenis tanaman mangrove dan 15 jenis tanaman yang berasosiasi dengan mangrove. Pengunjung datang dapat memasuki kawasan ini dengan aman karena disediakan jembatan kayu untuk berpetualang di hutan mangrove. Aneka burung dan fauna liar dapat dijumpai sepanjang perjalanan di hutan mangrove. Bagi yang hobi photografi banyak sekali objek menarik yang dapat diabadikan. Di dalam kawasan ini tersedia menara pengawas dimana kita dapat mengamati hutan mangrove dari ketinggian. Kita dapat mengamati burung-burung pesisir bahkan kelelawar yang hendak mencari atau pulang makan di sore maupun pagi hari. Dengan keindahan dan fasilitas yang ditawarkan setiap pengunjung dipungut biaya retribusi sebesar Rp 5,000 untuk sekali berkunjung.

Selain hutan mangrove di kawasan Sesetan, masyarakat dapat juga menikmati keindahan dan keunikan hutan mangrove yang terletak di pulau Lembongan di Kecamatan Penida, kabupaten Klungkung. Lokasi ini dikelola oleh masyarakat setempat dengan menyediakan sarana jukung. Petualangan di hutan mangrove di Lembongan ini menarik karena kita dapat menelusuri hutan dengan menggunakan perahu jukung melalui kanal-kanal sempit mengikuti arus laut yang kencang. Dengan biaya Rp 70,000 tiap perahu yang berkapasitas 4 orang, kita akan dibawa menjelajahi hutan mangrove ini sekitar kurang lebih 30 – 45 menit.

Selama berada di hutan mangrove, pengunjung diharapkan tidak merokok maupun menyalakan api serta tidak membuang suatu apapun ke dalam kawasan. Pengunjung juga dilarang mengganggu kehidupan yang ada di hutan dengan berbicara keras atau berisik. Pada setiap lokasi menyediakan kantin yang menjual minuman maupun makanan ringan.

Bagi masyarakat perkotaan yang disibukkan dengan pekerjaan maupun tugas-tugas berat sehari-hari, melepas penat dengan berkumpul maupun berwisata bersama sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun demikian banyak acara yang bertujuan untuk melepas penat maupun sekedar kegiatan untuk melepas rutinitas, banyak dilakukan di darat. Masih banyak masyarkat melakukannya di taman-taman kota, bahkan berkumpul di tempat hiburan seperti kolam bermain atau pun atraksi hiburan lainnya. Masyarakat masih belum banyak yang melihat hutan mangrove sebagai salah satu tujuan field trip atau tempat bermain keluarga.

Saat ini pemerintah maupun lembaga non pemerintah telah memperkenalkan hutan mangrove sebagai alternatif tujuan wisata maupun belajar. Beberapa event seperti lomba menggambar lingkungan dilaksanakan di pusat informasi mangrove di Sesetan. Demikian juga penanaman bibit mangrove sudah diperkenalkan baik di pulau Lembongan maupun di Sesetan. Diharapkan dengan mengenal kawasan hutan mangrove, masyarakat menjadi lebih cinta serta mau melindungi lingkungannya.

Lokasi petualangan mangrove di Bali


Related Images:

Komentar Facebook :

Leave a Reply